Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Film “Pesta Babi”, Kritik yang Dibungkam dalam Demokrasi Kapitalisme

Film “Pesta Babi”, Kritik yang Dibungkam dalam Demokrasi Kapitalisme

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 237
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINIPolemik film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita menjadi perhatian publik setelah sejumlah agenda nonton bareng (nobar) dan diskusi di berbagai daerah dibubarkan atau dibatalkan. Film ini mengangkat persoalan konflik lahan, penggundulan hutan Papua, serta dampak proyek PSN food estate terhadap masyarakat adat di Papua Selatan (Kompas, BBC Indonesia).

Dalam film tersebut digambarkan bagaimana hutan adat yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat Papua dibuka untuk proyek pangan dan bioetanol skala besar. Bahkan disebutkan adanya konversi lahan dan hutan adat dalam skala luas demi kepentingan proyek strategis nasional (BBC Indonesia).

Kondisi ini dinilai menunjukkan bahwa pembangunan dalam sistem demokrasi kapitalisme kerap lebih berpihak pada kepentingan pemilik modal dibandingkan kepentingan rakyat kecil.

Polemik Film Pesta Babi dan Ruang Kebebasan Berpendapat

Di sisi lain, pembubaran agenda nobar memunculkan kritik dari berbagai pihak. Sejumlah kalangan menilai tindakan tersebut mencerminkan semakin sempitnya ruang kebebasan berpendapat.

Fenomena ini menunjukkan adanya kecenderungan pembungkaman terhadap suara-suara kritis yang mempertanyakan kebijakan negara (Kompas, Warta Ekonomi). Padahal, demokrasi selama ini selalu digambarkan sebagai sistem yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dan hak menyampaikan pendapat.

Demokrasi Kapitalisme dan Dominasi Oligarki

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa dalam sistem kapitalisme, negara kerap dipandang menjadi alat kepentingan oligarki. Atas nama investasi dan pembangunan, lahan rakyat dapat dialihkan kepada korporasi besar.

Dampaknya adalah ketimpangan kepemilikan lahan, kerusakan lingkungan, hingga hilangnya sumber penghidupan masyarakat. Pada akhirnya, rakyat kecil yang harus menanggung beban dari kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada mereka.

Padahal Allah SWT telah melarang segala bentuk kerusakan dan kezaliman di muka bumi. Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.”

(QS. Al-A’raf: 56)

Islam memandang bahwa penguasa adalah pengurus urusan rakyat, bukan pelayan kepentingan oligarki. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang diurusnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Solusi Islam dalam Pengelolaan Sumber Daya

Karena itu, Islam memiliki aturan yang jelas dalam pengelolaan lahan dan sumber daya alam. Kepemilikan individu dijaga dan tidak boleh dirampas secara zalim.

Sementara itu, kekayaan milik umum wajib dikelola negara untuk kemaslahatan seluruh rakyat, bukan diserahkan kepada segelintir korporasi. Negara juga terbuka terhadap kritik serta siap mengoreksi kebijakan jika terbukti menimbulkan mudarat bagi masyarakat.

Dengan demikian, akar persoalan konflik lahan dan pembungkaman kritik dinilai bukan sekadar kesalahan individu, melainkan lahir dari sistem demokrasi kapitalisme yang memberi ruang dominasi oligarki. Dalam pandangan ini, hanya Islam secara kaffah yang dinilai mampu menghadirkan keadilan dalam pengelolaan sumber daya sekaligus menjamin kesejahteraan rakyat. (vs/hs) 

Penulis : Vera Selpia
Parongpong KBB – Pendidik

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jokowi keliling Indonesia-wartaloka

    Jokowi Siap Keliling Indonesia, Lampung, NTT dan Jawa Barat Masuk Agenda Awal

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Jokowi siap keliling Indonesia dalam waktu dekat. Lampung, NTT, dan Jawa Barat menjadi daerah pertama yang akan dikunjungi.

  • Walikota Bandung mengaskan pelarangan menyalakan kembang api di Tahun Baru 2026

    Evaluasi 1 Tahun Kepemimpinan M Farhan: Kota Bandung di Persimpangan Arah

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Memasuki era 1 tahun kepemimpinan M Farhan sebagai Walikota Bandung, publik mulai menakar capaian dan arah pembangunan Kota Bandung. Harapan masyarakat terhadap kepemimpinan definitif memang cukup besar. Sejak 14 April 2023, Kota Bandung sempat dipimpin penjabat wali kota, sebelum akhirnya Muhammad Farhan resmi dilantik pada 10 Februari 2025 sebagai Wali Kota […]

  • Hardiknas: Dunia Pendidikan Makin Buram Dan Memprihatinkan

    Hardiknas: Dunia Pendidikan Makin Buram Dan Memprihatinkan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Hardiknas 2026 menjadi refleksi dunia pendidikan yang kian buram akibat krisis moral, adab, dan arah pendidikan nasional.

  • Relokasi PKL Teras Cihampelas Perlu Kajian Dampak Risiko Sosial

    Relokasi PKL Teras Cihampelas Perlu Kajian Dampak Risiko Sosial

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Rencana Pemerintah Kota Bandung untuk merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Teras Cihampelas kembali menuai sorotan. Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad), Yogi Suprayogi Sugandi, menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun ketertiban kota. Menurut Yogi, relokasi PKL memang […]

  • bencana di kabupaten tasikmalaya - wartaloka

    Tren Bencana di Kabupaten Tasikmalaya Oktober 2025: Angin Kencang Mendominasi 13 Kejadian

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 138
    • 0Komentar

    wartaloka.com, PERISTIWA. Situasi bencana di Kabupaten Tasikmalaya selama Oktober 2025 menunjukkan kecenderungan meningkat pada kejadian yang dipicu faktor cuaca. Berdasarkan laporan resmi BPBD Kabupaten Tasikmalaya yang diperbarui pada 4 November 2025, terdapat 13 peristiwa bencana sepanjang bulan tersebut. Dari jumlah itu, angin kencang menjadi bencana yang paling banyak terjadi, tercatat sebanyak 7 kejadian. Sementara tanah […]

  • Pemkot Bandung Serius Bangun Ketahanan Mental Pelajar, Sekolah Tak Lagi Sekadar Tempat Belajar

    Pemkot Bandung Serius Bangun Ketahanan Mental Pelajar, Sekolah Tak Lagi Sekadar Tempat Belajar

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung semakin menegaskan komitmennya dalam membangun ketahanan mental dan karakter pelajar. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik), Pemkot mendorong penguatan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar penanganan persoalan psikologis anak dilakukan secara menyeluruh, tidak parsial, dan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang menilai bahwa […]

expand_less