Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Film “Pesta Babi”, Kritik yang Dibungkam dalam Demokrasi Kapitalisme

Film “Pesta Babi”, Kritik yang Dibungkam dalam Demokrasi Kapitalisme

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • visibility 333
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINIPolemik film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita menjadi perhatian publik setelah sejumlah agenda nonton bareng (nobar) dan diskusi di berbagai daerah dibubarkan atau dibatalkan. Film ini mengangkat persoalan konflik lahan, penggundulan hutan Papua, serta dampak proyek PSN food estate terhadap masyarakat adat di Papua Selatan (Kompas, BBC Indonesia).

Dalam film tersebut digambarkan bagaimana hutan adat yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat Papua dibuka untuk proyek pangan dan bioetanol skala besar. Bahkan disebutkan adanya konversi lahan dan hutan adat dalam skala luas demi kepentingan proyek strategis nasional (BBC Indonesia).

Kondisi ini dinilai menunjukkan bahwa pembangunan dalam sistem demokrasi kapitalisme kerap lebih berpihak pada kepentingan pemilik modal dibandingkan kepentingan rakyat kecil.

Polemik Film Pesta Babi dan Ruang Kebebasan Berpendapat

Di sisi lain, pembubaran agenda nobar memunculkan kritik dari berbagai pihak. Sejumlah kalangan menilai tindakan tersebut mencerminkan semakin sempitnya ruang kebebasan berpendapat.

Fenomena ini menunjukkan adanya kecenderungan pembungkaman terhadap suara-suara kritis yang mempertanyakan kebijakan negara (Kompas, Warta Ekonomi). Padahal, demokrasi selama ini selalu digambarkan sebagai sistem yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dan hak menyampaikan pendapat.

Demokrasi Kapitalisme dan Dominasi Oligarki

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa dalam sistem kapitalisme, negara kerap dipandang menjadi alat kepentingan oligarki. Atas nama investasi dan pembangunan, lahan rakyat dapat dialihkan kepada korporasi besar.

Dampaknya adalah ketimpangan kepemilikan lahan, kerusakan lingkungan, hingga hilangnya sumber penghidupan masyarakat. Pada akhirnya, rakyat kecil yang harus menanggung beban dari kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada mereka.

Padahal Allah SWT telah melarang segala bentuk kerusakan dan kezaliman di muka bumi. Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.”

(QS. Al-A’raf: 56)

Islam memandang bahwa penguasa adalah pengurus urusan rakyat, bukan pelayan kepentingan oligarki. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang diurusnya.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Solusi Islam dalam Pengelolaan Sumber Daya

Karena itu, Islam memiliki aturan yang jelas dalam pengelolaan lahan dan sumber daya alam. Kepemilikan individu dijaga dan tidak boleh dirampas secara zalim.

Sementara itu, kekayaan milik umum wajib dikelola negara untuk kemaslahatan seluruh rakyat, bukan diserahkan kepada segelintir korporasi. Negara juga terbuka terhadap kritik serta siap mengoreksi kebijakan jika terbukti menimbulkan mudarat bagi masyarakat.

Dengan demikian, akar persoalan konflik lahan dan pembungkaman kritik dinilai bukan sekadar kesalahan individu, melainkan lahir dari sistem demokrasi kapitalisme yang memberi ruang dominasi oligarki. Dalam pandangan ini, hanya Islam secara kaffah yang dinilai mampu menghadirkan keadilan dalam pengelolaan sumber daya sekaligus menjamin kesejahteraan rakyat. (vs/hs) 

Penulis : Vera Selpia
Parongpong KBB – Pendidik

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aset Pemkot Sukabumi yang Baru pun Tak Terlacak

    Aset Pemkot Sukabumi yang Relatif Baru, Ikut Tak Terlacak

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 247
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Persoalan ratusan aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya ternyata tidak berhenti pada barang lama. Data auditor negara menunjukkan, di antara 351 unit aset yang keberadaannya belum dapat diyakini, terdapat perangkat kerja yang relatif baru, termasuk yang diperoleh dalam beberapa tahun terakhir. Temuan ini penting karena mematahkan anggapan bahwa ketidakjelasan aset semata-mata disebabkan […]

  • Pelaku tabrak lari tasikmalaya dikejar massa - wartaloka

    Tabrak Lari di Tasikmalaya Saat Malam Takbiran, Polisi Amankan Avanza

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Chaos malam takbiran di Tasikmalaya! Avanza diduga terlibat tabrak lari di Cinehel lalu dikejar massa hingga diamankan polisi.

  • Indikasi Korupsi di Tasikmalaya: Proyek PLUT Disorot

    Indikasi Korupsi di Tasikmalaya: Proyek PLUT Disorot

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Dugaan indikasi korupsi di Tasikmalaya kembali mencuat ke ruang publik. Kali ini, sorotan mengarah pada proyek revitalisasi Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Tasikmalaya yang bernilai lebih dari Rp3,4 miliar. Proyek yang semestinya menjadi pusat penguatan layanan UMKM itu kini berada dalam pusaran kontroversi. Komunitas media dan konten kreator, SWAKKA […]

  • Perang Timur Tengah Meledak, Harga BBM dan Sembako Terancam Naik!

    Perang Timur Tengah Meledak, Harga BBM dan Sembako Terancam Naik!

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Wartaloka, INTERNASIONAL – Di saat Indonesia tengah berbenah melalui berbagai program prioritas nasional, situasi global justru bergerak ke arah yang mengkhawatirkan. Dua konflik besar kembali memanaskan peta geopolitik dunia, yakni ketegangan di Asia Selatan antara Afghanistan dan Pakistan, serta eskalasi di kawasan konflik Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Rangkaian serangan balasan […]

  • 3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

    3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kekecewaan para Pedagang di Pasar Cikurubuk terhadap pemerintah daerah disebut semakin meningkat. Setelah hampir tiga pekan sejak surat resmi disampaikan kepada Wali Kota Tasikmalaya, para pedagang mengaku belum menerima tanggapan dari pemerintah kota. Situasi tersebut mendorong para pedagang bersama sejumlah elemen masyarakat menyiapkan langkah lanjutan berupa aksi massa yang direncanakan berlangsung […]

  • Senja di Pantai Cibuaya, Jasad Terombang-ambing Bikin Geger Warga

    Senja di Pantai Cibuaya, Jasad Terombang-ambing Bikin Geger Warga

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Sukabumi – Suasana senja di pesisir Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, yang biasanya tenang berubah mencekam. Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 17.16 WIB, warga dan pemancing dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat yang terombang-ambing di tengah laut, tepat ketika matahari perlahan tenggelam di ufuk barat. Jasad tersebut kemudian diketahui sebagai Salman Abdul […]

expand_less