Viral di Tasikmalaya, Dugaan Penganiayaan Mantan ART Berawal dari Tuduhan Pencurian Rp900 Ribu
- account_circle KangHasan
- calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
- visibility 94
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan intimidasi dan penganiayaan terhadap seorang mantan Asisten Rumah Tangga (ART) berinisial Y viral di media sosial. Peristiwa yang disebut terjadi di wilayah Kota Tasikmalaya itu diduga berawal dari tuduhan pencurian uang sebesar Rp900 ribu.
Video tersebut memicu perhatian warganet karena memperlihatkan seorang perempuan berada dalam situasi yang disebut-sebut penuh tekanan. Hingga kini, belum ada putusan pengadilan yang menyatakan korban bersalah atas tuduhan pencurian maupun pihak terlapor bersalah atas dugaan penganiayaan.
Berdasarkan informasi yang beredar, Y dituduh mengambil uang milik mantan majikannya yang berinisial C. Namun tuduhan tersebut disebut belum terbukti secara hukum dan masih menjadi bagian dari proses yang sedang berjalan.
Update berita selanjutnya : Kasus Mantan ART Tasikmalaya Viral, Korban Disebut Sudah Lapor Polisi Sejak Januari
Dugaan Intimidasi Terjadi Sebelum Peristiwa Viral
Menurut keterangan yang beredar di media sosial (sumber bisa dilihat di sini), dugaan intimidasi terhadap korban dan keluarganya disebut telah berlangsung sekitar dua pekan sebelum peristiwa yang kini viral.
Korban disebut menerima berbagai tekanan, termasuk adanya ancaman bahwa anaknya akan didatangi ke sekolah. Selain itu, beredar pula tangkapan layar percakapan yang memperlihatkan upaya pencarian alamat lengkap keluarga korban.
Dua hari sebelum kejadian, pihak yang menuduh korban juga disebut mendatangi rumah keluarga korban. Kedatangan tersebut awalnya diklaim sebagai upaya penyelesaian secara musyawarah, namun menurut pihak korban justru menimbulkan tekanan psikologis bagi keluarga.
Dalam pertemuan itu, sejumlah pihak termasuk pengurus lingkungan setempat disebut turut hadir. Menurut narasi yang beredar, persoalan akan dianggap selesai apabila korban datang secara langsung dan menyampaikan permintaan maaf.
Pertemuan di Rumah Mantan Majikan Jadi Awal Mula Peristiwa
Puncak peristiwa disebut terjadi pada 21 Januari 2026 di rumah mantan majikan korban di wilayah Kota Tasikmalaya.
Dalam video yang beredar, korban terlihat berada di sebuah ruangan bersama sejumlah orang. Berdasarkan keterangan yang beredar, korban saat itu berada dalam situasi yang disebut penuh tekanan untuk mengakui tuduhan pencurian yang dialamatkan kepadanya.
Bahkan, terdapat narasi yang menyebut korban disarankan mengakui tuduhan tersebut agar persoalan cepat diselesaikan.
Menurut pihak yang mengunggah informasi, korban akhirnya mengakui tuduhan yang disebut tidak pernah dilakukannya karena merasa tertekan oleh situasi yang terjadi saat itu.
Dugaan Penganiayaan Mantan ART di Tasikmalaya
Setelah pengakuan tersebut, situasi disebut berubah menjadi tindakan kekerasan terhadap korban.
Berdasarkan keterangan yang beredar, korban diduga mengalami berbagai perlakuan fisik, mulai dari dilempari botol minuman, dijambak rambutnya, dipukul, ditampar berkali-kali, hingga diludahi.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di hadapan ibu kandung korban yang saat itu berada di lokasi kejadian.
Video yang viral di media sosial juga memperlihatkan adanya tindakan yang dinilai intimidatif terhadap korban, sementara beberapa orang lainnya terlihat berada di lokasi.
Kasus dugaan penganiayaan mantan ART di Tasikmalaya ini pun memicu beragam reaksi dari masyarakat dan pengguna media sosial.
Selanjutnya –> Korban dibawa ke Kantor Polisi
- Penulis: KangHasan
