Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Daerah » Tasikmalaya: Retribusi Pasar Cikurubuk Dibahas di Bale Kota, Tarif Berpeluang Dievaluasi

Tasikmalaya: Retribusi Pasar Cikurubuk Dibahas di Bale Kota, Tarif Berpeluang Dievaluasi

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Polemik kenaikan retribusi Pasar Cikurubuk akhirnya dibahas dalam audiensi antara DPRD Kota Tasikmalaya, Pemerintah Kota Tasikmalaya, dan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS). Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah komitmen, mulai dari rencana evaluasi tarif retribusi, validasi data kios, hingga percepatan penyelesaian status aset pasar.

Audiensi digelar di Aula Bale Kota Tasikmalaya dan dipimpin Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, S.H., M.Si. Hadir pula Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Hanafi, S.H., M.H., Kepala Bagian Hukum Setda Kota Tasikmalaya Yudha Mathilda Amaluddin, S.H., M.H., Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Sofian Zaenal Mutaqien, S.STP., M.Si., perwakilan Inspektorat, UPTD Pasar, Wakil Ketua Komisi II DPRD Ir. Tjahja Wandawa, serta perwakilan HIPPATAS.

Wali Kota Tasikmalaya berhalangan hadir karena menghadiri agenda di Kementerian Keuangan, sementara Sekretaris Daerah mengikuti kegiatan di Kementerian Dalam Negeri. Pemerintah Kota kemudian menugaskan Asisten Daerah II bersama Pelaksana Tugas Kepala BPKAD Hanafi untuk mewakili pemerintah dalam forum tersebut.

Membuka jalannya audiensi, Ketua DPRD H. Aslim menegaskan komunikasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan para pedagang selama ini terus berlangsung, baik secara formal maupun informal. Menurutnya, dialog menjadi langkah penting untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di Pasar Cikurubuk.

Pedagang Nilai Kenaikan Retribusi Terlalu Tinggi

Dalam penyampaian aspirasinya, penasihat HIPPATAS KH Miftah Fauzi mengungkapkan persoalan Pasar Cikurubuk sebenarnya telah beberapa kali dikomunikasikan dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya sejak 2025. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada perubahan yang benar-benar dirasakan para pedagang.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan ialah kenaikan tarif retribusi yang disebut mencapai sekitar 60 hingga 80 persen per meter. HIPPATAS menilai besaran tersebut tidak sebanding dengan kondisi fasilitas pasar yang diterima para pedagang.

Meski demikian, HIPPATAS menegaskan para pedagang pada prinsipnya tidak menolak membayar retribusi. Mereka hanya meminta agar besaran tarif disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan dan kemampuan pedagang.

Dalam kesempatan itu, H. Jajang mewakili HIPPATAS juga membacakan surat keberatan resmi yang sebelumnya telah disampaikan kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait pemberlakuan kebijakan retribusi Pasar Cikurubuk.

Audiensi yang berlangsung hampir dua jam itu menjadi ruang bagi pedagang, DPRD, dan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menyamakan persepsi setelah polemik kenaikan retribusi memicu keberatan dari para pedagang Pasar Cikurubuk.

Pemkot Buka Peluang Penyesuaian Tarif

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala UPTD Pasar menjelaskan bahwa penyusunan tarif retribusi sebelumnya telah melalui proses konsultasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Keuangan.

Ia menerangkan ketentuan dalam Undang-Undang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD) mengatur evaluasi tarif dilakukan paling lama setiap tiga tahun.

Meski demikian, Pemerintah Kota Tasikmalaya membuka peluang melakukan penyesuaian tarif melalui Peraturan Wali Kota sesuai kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah.

Asisten Daerah II bersama Kepala Bagian Hukum Yudha Mathilda Amaluddin menjelaskan Peraturan Daerah juga memberikan ruang bagi wali kota untuk menetapkan pengurangan, pembebasan, maupun penundaan pembayaran retribusi secara parsial sesuai kondisi objek maupun wajib retribusi.

Review Perda Ditargetkan Tahun 2027

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Sofian Zaenal Mutaqien mengatakan evaluasi Peraturan Daerah mengenai retribusi pasar telah masuk dalam rencana pembahasan tahun 2027.

Selain itu, pemerintah daerah saat ini tengah melakukan validasi data aset pasar bersama perangkat daerah terkait sebagai dasar penyempurnaan pendataan kios.

Pemkot juga memastikan kios yang telah tutup permanen tidak lagi dikenakan retribusi. Karena itu, pedagang diminta mengembalikan SKPTU kepada pengelola pasar apabila tempat usahanya sudah tidak lagi beroperasi.

Dalam pembahasan tersebut juga disampaikan bahwa DPRD Kota Tasikmalaya telah menyetujui penurunan target pendapatan retribusi pasar tahun 2026 menjadi sekitar Rp1,082 miliar dari target sebelumnya sekitar Rp3 miliar.

DPRD Dorong Percepatan Penyelesaian Persoalan Pasar

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Ir. Tjahja Wandawa berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan para pedagang terus terjalin sehingga penyelesaian persoalan Pasar Cikurubuk dapat segera diwujudkan.

Ia juga mengingatkan masih adanya persoalan di Pasar Indihiang yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Menurutnya, Pasar Cikurubuk memiliki peran strategis karena bukan hanya menjadi pusat perdagangan Kota Tasikmalaya, tetapi juga menjadi pasar induk bagi wilayah Priangan Timur.

Karena itu, DPRD meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya turut mengawal realisasi rencana bantuan pembangunan pasar yang sebelumnya pernah dijanjikan pemerintah pusat.

Audiensi ini juga menjaga komitmen seluruh pihak untuk terus membangun komunikasi dan menindaklanjuti berbagai persoalan, mulai dari retribusi, aset, hingga peningkatan kualitas pengelolaan Pasar Cikurubuk agar solusi yang dihasilkan benar-benar memberikan kepastian bagi para pedagang maupun pemerintah daerah. (kh)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Bogor Tegaskan: Ciliwung Milik Bersama, Warga Diminta Ikut Menjaga

    Bupati Bogor Tegaskan: Ciliwung Milik Bersama, Warga Diminta Ikut Menjaga

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor secara terbuka mengajak masyarakat lintas wilayah untuk tidak lagi bersikap pasif terhadap kondisi Sungai Ciliwung. Ajakan ini menegaskan satu pesan utama: menjaga hulu sungai bukan sekadar tugas pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga yang menggantungkan hidupnya pada aliran Ciliwung. Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bogor, […]

  • Blokade Selat Hormuz Masih Ketat, Baru 4 Kapal Bisa Lolos

    Blokade Selat Hormuz Masih Ketat, Baru 4 Kapal Bisa Lolos

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA DUNIA – Situasi blokade Selat Hormuz masih jauh dari normal. Di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, hanya empat kapal yang dilaporkan berhasil melintasi jalur strategis tersebut. Laporan media internasional menyebutkan satu kapal kontainer milik perusahaan Prancis CMA CGM serta tiga kapal tanker yang berafiliasi dengan Oman berhasil keluar dari Teluk. […]

  • Hasil Akhir PSM Makassar vs Persib Bandung: Julio Cesar Jadi Pahlawan

    Hasil Akhir PSM Makassar vs Persib Bandung: Julio Cesar Jadi Pahlawan

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Hasil akhir PSM Makassar vs Persib Bandung berakhir 1-2. Julio Cesar jadi pahlawan kemenangan Persib lewat gol dramatis di injury time.

  • swakka sawala wartawan dan konten kreator aspiratif

    SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 232
    • 0Komentar

    wartaloka.com, EDITORIAL. Sebuah komunitas baru bernama SWAKKA disepakati untuk berdiri oleh perwakilan sejumlah media di wilayah Priangan Timur. Kesepakatan tersebut lahir setelah diskusi panjang selama hampir empat jam, Rabu (5/11/2025), di Kota Tasikmalaya. SWAKKA merupakan singkatan dari Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif. Kata Sawala diambil dari bahasa Sunda yang berarti musyawarah atau ruang bertukar […]

  • Persib vs persija 10 mei 2026

    Ribuan Bobotoh Kobarkan Semangat Jelang Laga Persib Vs Persija, 10 Mei 2026

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Ribuan Bobotoh berikan dukungan penuh jelang Persib vs Persija. Marc Klok dan Andrew Jung siap bawa Maung Bandung menang.

  • Kemandirian Warga di Cisolok: Saat Penyintas Bergerak Tanpa Menunggu Negara

    Kemandirian Warga di Cisolok: Saat Penyintas Bergerak Tanpa Menunggu Negara

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Kemandirian warga di Dusun Citiis, Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada akhirnya menjadi cermin reflektif bagi para pemangku kebijakan. Bukan sekadar tentang absennya bantuan, tetapi tentang kecepatan respons dan keberpihakan nyata terhadap masyarakat terdampak bencana. Di bawah terik matahari cucuran keringat warga, suara cangkul dan sekop beradu dengan tanah […]

expand_less