Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Di Antara Jabatan dan Amanah dalam Menjalankan Tugas Kepemimpinan

Di Antara Jabatan dan Amanah dalam Menjalankan Tugas Kepemimpinan

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 134
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINI – Eks Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Ardiansyah, dan Bupati Sukoharjo ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Penyitaan barang bukti yang begitu fantastis, seperti aset, uang tunai, dan properti, disebut mencapai nilai ratusan miliar rupiah dari kasus tersebut.

Kerugian negara pun tercatat dari tiga kasus besar korupsi yang menyeret nama-nama di atas mencapai kurang lebih Rp346 triliun.

Ketika Penegak Hukum Justru Terseret Kasus Korupsi

Di tengah kasus ini, Jampidsus yang baru menegaskan tetap akan menangani perkara korupsi, termasuk kasus BGN. Pernyataan tersebut seolah ingin menunjukkan bahwa lembaga penegak hukum tetap menjalankan fungsinya.

Namun, kondisi tersebut sekaligus menimbulkan pertanyaan besar. Ketika pejabat penegak hukum yang memiliki tugas memberantas korupsi justru diduga terseret dalam perkara korupsi, kepercayaan publik tentu menjadi taruhan.

Sangat disayangkan apabila pihak yang seharusnya mengayomi masyarakat dan menegakkan keadilan justru diduga melakukan tindakan yang merugikan masyarakat.

Bukan Sekadar Persoalan Oknum

Dalam kasus ini, persoalannya ternyata bukan sekadar membahas oknum. Fenomena tersebut dapat dilihat sebagai cermin dari tiga penyakit sistemik.

Pertama, krisis amanah Jabatan publik di Indonesia dinilai telah bergeser dari sesuatu yang semestinya dipandang sebagai amanah menjadi peluang bisnis.

Ketika pejabat yang berada di posisi strategis dan menjadi bagian dari ujung tombak pemberantasan korupsi bisa terseret perkara, muncul pertanyaan mengenai efektivitas sistem pengawasan internal.

Jabatan kemudian berpotensi dipandang sebagai kekuasaan dan akses terhadap sumber daya negara.

Kedua, persoalan hukum yang dianggap tajam ke bawah dan tumpul ke atas, kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah pada akhirnya merupakan persoalan yang menyangkut uang rakyat. Dana sebesar itu seharusnya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan sekolah, rumah sakit, maupun program bantuan sosial.

Namun, apabila pelaku dari kalangan elite mendapatkan hukuman yang dinilai tidak sebanding dengan dampak perbuatannya, kondisi tersebut dapat melahirkan rasa ketidakadilan dan meningkatkan apatisme publik.

Kapitalisme Sekuler dan Persoalan Korupsi

Ketiga, persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari sistem yang diterapkan saat ini, yakni sistem kapitalisme sekuler.

Dalam pandangan penulis, sistem sekuler memisahkan agama dari kehidupan bernegara. Ukuran keberhasilan dalam paradigma tersebut kemudian cenderung dikaitkan dengan materi dan kekuasaan.

Pejabat yang tidak memiliki kesadaran bahwa jabatan merupakan amanah dapat lebih mudah tergoda oleh kepentingan materi. Ketika celah tersedia, anggaran besar terbuka, dan pengawasan lemah, potensi terjadinya korupsi akan tetap ada.

Karena itu, persoalan korupsi tidak cukup hanya diselesaikan dengan menangkap pelaku setelah kejahatan terjadi. Akar persoalannya juga perlu dibenahi.

Jabatan dalam Islam adalah Amanah

Dalam Islam, jabatan kepemimpinan dipandang sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Amanah tersebut bukan sekadar sarana memperoleh kedudukan atau keuntungan materi, tetapi merupakan tanggung jawab yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Islam juga menempatkan keadilan sebagai prinsip penting dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tidak seharusnya ada hukum yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Siapa pun yang melakukan kesalahan, apa pun kedudukannya, harus diproses berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku secara adil.

Dalam persoalan korupsi, Islam tidak hanya berbicara mengenai pemberantasan setelah kejahatan terjadi, tetapi juga mengenai upaya mencegah munculnya praktik yang merusak amanah dan pengelolaan harta masyarakat.

Allah SWT berfirman:

*”Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil.”*

**(QS. Al-Baqarah: 188)**

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa harta yang bukan menjadi hak seseorang tidak boleh diambil melalui cara yang batil.

Karena itu, persoalan korupsi semestinya tidak hanya dilihat sebagai persoalan hukum dan penindakan terhadap individu. Lebih jauh, perlu ada upaya membangun sistem yang mampu menjaga amanah, mencegah penyalahgunaan kekuasaan, serta memastikan keadilan berjalan bagi seluruh masyarakat.

Jabatan pada akhirnya bukanlah sekadar kekuasaan. Ia adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Wallahu a’lam bish-shawab.

(ir/kh)

Ilah Romlah 

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Bertambah, 53 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Hari Kelima

    Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Bertambah, 53 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Hari Kelima

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Operasi pencarian korban Longsor Cisarua Bandung Barat terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga hari kelima pencarian, Rabu (28/1/2026) pukul 16.00 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 53 kantong jenazah dari lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Meski demikian, sebanyak 27 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan terus […]

  • Bupati Bogor Rudy Susmanto Beri Penghargaan Guru di HGN 2025

    Bupati Bogor Rudy Susmanto Beri Penghargaan Guru di HGN 2025

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Bogor. Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Kabupaten Bogor menjadi momentum penting untuk memberikan apresiasi kepada para insan pendidikan. Bupati Bogor Rudy Susmanto memberikan penghargaan kepada para guru atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa, pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2025 sekaligus HUT PGRI ke-80 tingkat Kabupaten Bogor, yang digelar […]

  • Gangguan Jiwa di Ciamis Meningkat, RSUD Kawali Simpulkan Faktor Penyebabnya.

    Gangguan Jiwa di Ciamis Meningkat, RSUD Kawali Simpulkan Faktor Penyebabnya.

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA CIAMIS – “Hirup kudu loba syukur jeung ulah luhur teuing hate, sabab hirup mah sok aya waktuna naék jeung turun.”Pepatah Sunda itu mengingatkan bahwa rasa syukur dan sikap tawadlu kerap menjadi penyangga batin saat hidup berada dalam tekanan. Namun realitas di lapangan menunjukkan, tidak semua orang mampu bertahan ketika beban ekonomi dan persoalan […]

  • Pemkot Bandung Matangkan Kesiapan Transportasi Massal

    Pemkot Bandung Matangkan Kesiapan Transportasi Massal

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Wartaloka – BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung menegaskan tidak akan menunggu kepastian lelang proyek Bus Rapid Transit (BRT) dari pemerintah pusat untuk mulai bersiap. Alih-alih bersikap pasif, Pemkot memilih mematangkan mitigasi risiko agar transportasi massal Bandung dapat berjalan tanpa menimbulkan gejolak sosial dan ekonomi ketika BRT mulai beroperasi. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut, […]

  • tanggap darurat bencana kota tasikmalaya

    Kota Tasikmalaya Tetapkan Tanggap Darurat Bencana, BPBD Minta Warga Aktif Melapor

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 225
    • 0Komentar

    wartaloka.com, LIPUTAN. Pemerintah Kota Tasikmalaya menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana mulai Kamis (06/11/2025). Kebijakan ini diberlakukan selama lima hari untuk mempercepat penanganan bencana yang terjadi di sejumlah titik wilayah kota. Keputusan tersebut merupakan kelanjutan dari Status Siaga Bencana sebelumnya. Berdasarkan kondisi lapangan, diperlukan peningkatan mobilisasi personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi untuk menangani kejadian seperti pohon […]

  • Kapolres Ciamis meninjau langsung Keamanan lokasi wisata

    Kapolres Ciamis Pastikan Pengamanan Objek Wisata selama Libur Akhir Tahun 2025

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA CIAMIS – Polres Ciamis Polda Jawa Barat terus berupaya memastikan masyarakat dapat menikmati libur akhir tahun 2025 dengan aman, nyaman, dan bahagia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah objek wisata di wilayah Kabupaten Ciamis. Kapolres Ciamis Polda Jabar, AKBP H. Hidayatullah, SH., S.I.K., turun langsung memantau situasi […]

expand_less