Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Nasional » HUT Ke-32 AJI: Nany Afrida Jawab Tiga Stigma untuk Jurnalis, Londo Ireng hingga Kawanan Sirkus

HUT Ke-32 AJI: Nany Afrida Jawab Tiga Stigma untuk Jurnalis, Londo Ireng hingga Kawanan Sirkus

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 100
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, NASIONAL  – Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Nany Afrida menyampaikan pesan tegas mengenai posisi jurnalis di tengah tantangan kebebasan pers dan demokrasi. Dalam pidatonya, ia menyinggung sejumlah stigma yang kerap diarahkan kepada jurnalis ketika menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kekuasaan.

Pernyataan itu disampaikan Nany dalam rangkaian peringatan HUT ke-32 AJI Indonesia yang digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat (7/8/2026). Ia menegaskan, kebebasan pers yang diperoleh setelah reformasi bukanlah sesuatu yang bisa dianggap selesai atau menjadi jaminan permanen.

Menurut Nany, demokrasi merupakan proses yang harus terus dijaga. Begitu pula dengan kebebasan pers yang menurutnya harus diperjuangkan setiap hari.

“Londo Ireng” hingga “Kawanan Sirkus”

Nany secara terbuka merespons tiga label yang menurutnya kerap dilekatkan kepada jurnalis, terutama ketika mereka bersikap kritis terhadap penguasa.

Label pertama adalah “Londo Ireng”, istilah yang digunakan untuk menyebut jurnalis sebagai pengkhianat bangsa ketika mereka menolak tunduk pada kehendak kekuasaan.

Nany menegaskan, apabila keberpihakan jurnalis kepada fakta, kepentingan publik, kode etik jurnalistik, serta hak masyarakat memperoleh informasi dianggap sebagai bentuk pengkhianatan, maka jurnalis harus tetap berdiri tegak mempertahankan prinsip tersebut.

Stigma kedua adalah anggapan bahwa jurnalis “tidak punya otak” karena tetap bertahan menjalankan profesi di tengah berbagai risiko, mulai dari ancaman kekerasan, kriminalisasi, hingga kondisi ekonomi yang tidak selalu menjanjikan.

Bagi Nany, keputusan untuk tetap bertahan sebagai jurnalis bukanlah tanda tidak memiliki akal. Sebaliknya, pilihan tersebut menunjukkan adanya hati nurani, integritas moral, dan keberanian untuk menjalankan tanggung jawab profesi.

Sementara label ketiga adalah “kawanan sirkus”, yang menurutnya muncul ketika para jurnalis berkumpul, berserikat, atau melakukan aksi bersama.

Nany menegaskan bahwa solidaritas jurnalis bukanlah pertunjukan hiburan. Para jurnalis berkumpul karena memiliki kepentingan untuk saling menjaga ketika menghadapi intimidasi, represi, maupun tekanan kekuasaan.

Kebebasan Pers Bukan Hadiah Penguasa

Dalam pidatonya, Nany juga menegaskan bahwa kebebasan pers bukanlah hadiah yang diberikan oleh penguasa.

Kebebasan pers, menurutnya, merupakan hak publik. Sementara jurnalis menjalankan mandat publik untuk menghadirkan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

Karena itu, negara memiliki kewajiban untuk memastikan ruang kebebasan pers tetap tersedia dan terlindungi.

Ia juga mengingatkan bahwa martabat seorang jurnalis maupun institusi pers tidak ditentukan oleh seberapa patuh mereka kepada kekuasaan.

Sebaliknya, martabat pers diukur dari kesetiaan terhadap prinsip jurnalistik, fakta, kepentingan publik, serta kode etik yang menjadi landasan profesi.

Jurnalis Bukan Musuh Negara

Nany kemudian menyampaikan pesan terbuka kepada pemerintah dan aparat penegak hukum.

Ia menegaskan bahwa jurnalis bukanlah musuh negara dan bukan pula pelaku makar.

Menurutnya, pertanyaan kritis yang diajukan jurnalis tidak dapat serta-merta dianggap sebagai penghinaan terhadap otoritas. Demikian pula investigasi jurnalistik tidak semestinya langsung dilabeli sebagai provokasi atau ancaman terhadap stabilitas.

Pemberitaan yang tidak menyenangkan pemerintah maupun pejabat publik juga tidak otomatis berarti berita tersebut salah atau dibuat dengan niat buruk.

Justru, menurut Nany, kemampuan penguasa untuk menerima informasi yang tidak menyenangkan menjadi salah satu ukuran penting dalam melihat kualitas demokrasi.

Demokrasi Diuji Saat Kekuasaan Dikritik

Nany menilai demokrasi yang sehat bukan hanya terlihat ketika semua orang memberikan pujian kepada pemerintah.

Demokrasi justru diuji ketika penguasa mampu membuka ruang bagi kritik, fakta, dan kebenaran yang mungkin tidak ingin mereka dengar.

Dalam konteks tersebut, keberadaan jurnalisme yang independen dan kritis dinilai memiliki posisi penting sebagai salah satu benteng demokrasi.

Jurnalis tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki akses terhadap fakta yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Karena itu, kebebasan pers tidak dapat dilepaskan dari keberlangsungan demokrasi itu sendiri.

HUT ke-32 AJI dan Penghargaan bagi Pejuang Kebebasan Pers

Pesan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan HUT ke-32 AJI Indonesia pada 7 Agustus 2026.

Dalam momentum tersebut,Asosiasi Jurnalis Independen (AJI) juga memberikan penghargaan kepada sejumlah individu dan kelompok yang dinilai konsisten merawat kebebasan pers, demokrasi, serta kebebasan berekspresi.

Empat penghargaan diberikan, yakni Tasrif Award 2026, Udin Award 2026, S.K. Trimurti Award 2026, dan Ahmad Taufik Award 2026.

Tasrif Award 2026 diberikan kepada tim produksi film dokumenter “Pesta Babi” dan jurnalis Andrie Yunus. Sementara Udin Award 2026 diberikan kepada sutradara Dandhy Dwi Laksono bersama seluruh tim produksi film dokumenter tersebut.

S.K. Trimurti Award 2026 diberikan kepada jurnalis perempuan asal Papua, Angela Flassy. Adapun Ahmad Taufik Award 2026 diberikan kepada Lalu Adam Farhan dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Didaktika Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui karya investigasi berjudul “Geliat Operasi Tambang di Kawasan Lindung Karawang Selatan”.

Peringatan HUT ke-32 tersebut sekaligus menjadi momentum AJI untuk kembali menegaskan pentingnya profesionalisme, solidaritas, independensi, dan keberanian jurnalis dalam menjalankan mandat publik.

Di tengah perubahan lanskap media dan meningkatnya berbagai tekanan terhadap kerja jurnalistik, pesan Nany Afrida menjadi penegasan bahwa kebebasan pers bukan ruang yang bisa dianggap selesai setelah reformasi.

Kebebasan tersebut harus terus dijaga melalui kerja jurnalistik yang berpegang pada fakta, kode etik, kepentingan publik, dan keberanian untuk tetap kritis terhadap kekuasaan. (kh)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Miftah Fauzi: Pasar Cikurubuk Menunggu Negara Hadir

    KH Miftah Fauzi: Pasar Cikurubuk Menunggu Negara Hadir

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – KH Miftah Fauzi kembali menyuarakan kegelisahan ribuan pedagang Pasar Cikurubuk Tasikmalaya yang hingga kini masih menunggu sikap konkret pemerintah daerah. Menurutnya, persoalan pasar tradisional bukan hanya menyangkut ekonomi, tetapi menyentuh langsung kehidupan ribuan keluarga yang menggantungkan hidup dari aktivitas pasar. Saat ditemui di kediamannya, Kamis (29/1/2026), KH Miftah Fauzi menyampaikan bahwa […]

  • Pemprov Jabar Siap Lunasi Utang Pembangunan Rp621 Miliar

    Pemprov Jabar Siap Lunasi Utang Pembangunan Rp621 Miliar

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JABAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memastikan komitmennya untuk melunasi utang pembangunan Jabar senilai Rp621 miliar yang belum terbayar hingga 2025. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dedi menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini dalam keadaan aman dan mencukupi. Anggaran pelunasan utang tersebut bersumber dari Dana Alokasi […]

  • Pemkab Bandung Barat Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pasirlangu

    Pemkab Bandung Barat Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pasirlangu

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai melakukan persiapan relokasi bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi lanjutan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa serta meminimalkan risiko bencana susulan, mengingat kondisi geografis wilayah tersebut masih dinilai rawan. Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie […]

  • Musibah Tambang Bogor: Enam korban Jiwa, DPRD Jabar Desak PT Antam Bertindak

    Musibah Tambang Bogor: Enam korban Jiwa, DPRD Jabar Desak PT Antam Bertindak

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang Bogor kembali mengguncang warga Kabupaten Bogor. Enam orang warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, diduga meninggal dunia setelah terpapar asap misterius di salah satu lubang bekas tambang emas milik PT Antam Pongkor. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus memunculkan pertanyaan serius soal pengawasan lubang tambang yang […]

  • Peredaran miras tasikmalaya,, ratusan botol disita operasi pekat tasikmalaya - wartaloka

    Peredaran Miras Tasikmalaya Digerebek, Ratusan Botol Siap Edar Disita

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Dicky Candra memimpin razia miras di Tasikmalaya. Dalam Operasi Pekat, petugas mengamankan ratusan botol miras ilegal dan menyidak sejumlah tempat karaoke.

  • Dishub Kota Bandung Perketat Patroli Parkir Liar Selama Nataru.

    Dishub Kota Bandung Perketat Patroli Parkir Liar Selama Nataru.

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung meningkatkan intensitas patroli dan pengawasan parkir selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi pelanggaran parkir, khususnya di kawasan fasilitas publik dan destinasi wisata yang mengalami lonjakan aktivitas masyarakat. Kebijakan yang diterapkan adalah patroli dan monitoring parkir setiap hari, […]

expand_less