Investasi Kota Bandung 2025 Tembus, DPMPTSP Siap Sambut Target 2026
- account_circle KangHasan
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- visibility 92
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA BANDUNG – Capaian Investasi Kota Bandung kembali mencuri perhatian. Di tengah keterbatasan wilayah, Kota Bandung justru mampu melampaui target investasi tahun 2025. Fakta ini mengemuka dalam kegiatan kerja bakti yang dirangkai dengan pembinaan kepegawaian dan pengarahan langsung Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, kepada seluruh pegawai DPMPTSP Kota Bandung, Jumat, 2 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kantor DPMPTSP tersebut tidak sekadar membersihkan area kerja. Lebih dari itu, momentum ini dimanfaatkan sebagai konsolidasi awal menyambut tahun 2026, penguatan semangat aparatur sipil negara (ASN), sekaligus penegasan peran strategis DPMPTSP dalam mendorong Investasi Kota Bandung dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam arahannya, Sekda Kota Bandung menegaskan bahwa tantangan pembangunan kota semakin kompleks. Bandung disebut sebagai kota yang dinamis, kreatif, namun memiliki keterbatasan ruang. Di sisi lain, target Investasi Kota Bandung justru terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Bandung ini kota kecil secara wilayah, tapi target investasinya besar. Di sinilah tantangan kita. Bukan hanya DPMPTSP, tapi seluruh perangkat daerah harus saling mendukung,” ujar Iskandar Zulkarnain.
Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan aksi nyata seluruh ASN agar iklim investasi tetap kondusif. Menurutnya, keberhasilan Investasi Kota Bandung tidak bisa dibebankan pada satu perangkat daerah saja, melainkan hasil kolaborasi lintas sektor.
Mal Pelayanan Publik Perkuat Daya Saing Investasi
Sekda juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung yang dinilai semakin matang dan inovatif. Keberadaan MPP dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung Investasi Kota Bandung, karena menjadi wajah pelayanan pemerintah di mata masyarakat dan investor.
“MPP bukan hanya tempat pelayanan administrasi. Ini etalase pemerintah. Kalau pelayanannya cepat dan mudah, kepercayaan publik dan investor ikut naik,” ujarnya.
Salah satu inovasi yang disorot adalah layanan wali nikah terintegrasi di MPP Kota Bandung yang menjadi satu-satunya di Indonesia. Dalam kurun waktu tiga bulan, layanan ini telah melayani sekitar 200 pasangan, menunjukkan bahwa pelayanan publik bisa dikemas lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan warga.
Realisasi Investasi Lampaui Target
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Erick Attauriq, memaparkan capaian kinerja investasi sepanjang 2025 yang menunjukkan tren sangat positif. Target Investasi Kota Bandung dalam RKPD 2025 sebesar Rp7 triliun berhasil dilampaui. Hingga triwulan ketiga, realisasi investasi telah mencapai Rp10,162 triliun.
“Ini menjadi modal optimisme kita. Namun tantangan ke depan juga semakin besar,” kata Erick.
Memasuki 2026, target Investasi Kota Bandung dalam RPJMD ditetapkan sebesar Rp11,363 triliun, sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi daerah yang diproyeksikan mencapai 5,35 persen. Untuk menjawab tantangan tersebut, DPMPTSP menyiapkan penyesuaian sistem kerja, penguatan struktur organisasi, serta pengembangan MPP agar semakin adaptif dan responsif.
Erick menambahkan, sekitar 80 persen ASN di lingkungan DPMPTSP saat ini merupakan pejabat fungsional. Komposisi ini justru menjadi kekuatan jika didukung sistem kerja yang kolaboratif dan berbasis kinerja.
Kegiatan pengarahan ditutup dengan kerja bakti bersama sebagai simbol kesiapan DPMPTSP Kota Bandung menyambut 2026. Dengan lingkungan kerja yang bersih, sistem yang solid, dan semangat pelayanan yang kuat, DPMPTSP optimistis mampu menjaga momentum Investasi Kota Bandung agar terus tumbuh dan berkelanjutan. (KH)
- Penulis: KangHasan
