Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kupas » Dari Kendaraan Hingga PC, Entah Dimana Keberadaanya

Dari Kendaraan Hingga PC, Entah Dimana Keberadaanya

  • account_circle Admin Wartaloka
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartaloka.com, KUPAS. Ketika publik mendengar ratusan aset pemerintah daerah tidak diketahui keberadaannya, bayangan yang muncul kerap berhenti pada kendaraan dinas lama. Namun data auditor negara menunjukkan gambaran yang jauh lebih kompleks. Dari 351 unit aset Pemkot Sukabumi yang keberadaannya belum dapat diyakini, mayoritas justru berupa perangkat teknologi informasi yang menjadi alat kerja harian aparatur.

Perangkat tersebut mencakup laptop, notebook, PC, PC workstation, hingga tablet dari berbagai merek dan spesifikasi. Aset-aset ini tersebar di sejumlah perangkat daerah dan tercatat sebagai Barang Milik Daerah (BMD) yang masih aktif dalam daftar inventaris. Artinya, secara administrasi aset itu dianggap ada dan digunakan, meski saat pemeriksaan fisik dilakukan, keberadaannya tidak dapat ditunjukkan.

Komposisi ini mengubah sudut pandang atas persoalan yang muncul. Masalahnya bukan sekadar kendaraan operasional yang menua dan berpindah tangan seiring waktu, melainkan perangkat kerja utama ASN yang seharusnya melekat pada aktivitas pelayanan publik sehari-hari.

Perangkat TIK Mendominasi, Kendaraan Bukan Satu-satunya

Berdasarkan pengelompokan data auditor negara, perangkat TIK menjadi kelompok terbesar dari total 351 aset yang tidak diketahui keberadaannya. Laptop dan notebook mendominasi, disusul PC workstation—termasuk unit bernilai relatif tinggi—serta tablet seperti iPad dan perangkat sejenis. Sebagian besar tercatat dalam kondisi “baik”, meski fisiknya tidak dapat dibuktikan.

Kendaraan dinas tetap menjadi bagian dari temuan, terutama sepeda motor operasional yang banyak tercatat pada unit kerja tertentu. Namun secara jumlah, kendaraan bukan komponen mayoritas. Fakta ini penting karena memperluas makna risiko yang dihadapi pemerintah daerah. Kehilangan jejak perangkat TIK tidak hanya berdampak pada nilai aset, tetapi juga pada kontinuitas kerja, keamanan data, dan memori kelembagaan.

Yang tak kalah penting, rentang tahun perolehan aset menunjukkan variasi lebar. Ada perangkat yang dibeli satu dekade lalu, namun terdapat pula aset yang relatif baru, diperoleh dalam beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, anggapan bahwa ketidakjelasan keberadaan aset semata-mata disebabkan usia barang menjadi kurang relevan.

Cara perolehan aset juga beragam. Mayoritas berasal dari pengadaan, sebagian dari pembelian langsung, dan ada pula yang diperoleh melalui hibah. Apa pun cara perolehannya, statusnya tetap sama: aset publik yang wajib dicatat, diamankan, dan dipertanggungjawabkan.

Dampak dan Pertanyaan yang Mengemuka

Komposisi aset yang didominasi perangkat TIK membawa konsekuensi yang lebih luas. Perangkat-perangkat ini lazim digunakan untuk pengolahan data, penyusunan laporan, hingga perencanaan program. Ketika keberadaannya tidak dapat diyakini, fungsi pengendalian internal ikut dipertanyakan.

Data auditor negara mencatat bahwa kondisi ini berkontribusi pada belum optimalnya pemanfaatan data inventaris sebagai alat pengendalian aset. Dengan kata lain, daftar barang ada, nilainya tercatat, tetapi kepastian fisik dan penguasaan belum terjamin. Di titik ini, persoalan bergeser dari sekadar administrasi menuju tata kelola.

Publik pun wajar bertanya: bagaimana mekanisme serah-terima perangkat kerja di internal Pemkot Sukabumi? Bagaimana pengamanan saat terjadi mutasi pegawai, dan sejauh mana pengawasan melekat dijalankan. Pertanyaan-pertanyaan ini muncul bukan untuk menuduh, melainkan untuk memastikan aset yang dibeli dengan uang rakyat benar-benar mendukung pelayanan publik.

Auditor negara telah merekomendasikan agar pemerintah daerah menelusuri dan melaporkan keberadaan seluruh aset yang belum dapat diyakini, sekaligus membenahi sistem pengendalian dan inventarisasi. Dengan komposisi aset yang didominasi perangkat kerja modern, upaya penelusuran itu diharapkan tidak berhenti pada pencarian fisik semata, tetapi juga pada pembenahan sistem agar kejadian serupa tidak berulang.

Berita ini menunjukkan satu hal: persoalan aset Pemkot Sukabumi bukan cerita lama tentang motor tua, melainkan cerminan tantangan tata kelola di era kerja digital. Dan di sanalah, pekerjaan rumah sesungguhnya menanti untuk diselesaikan. (AR)

  • Penulis: Admin Wartaloka

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Macet Long Weekend, Dishub Bandung Siaga

    Antisipasi Macet Long Weekend, Dishub Bandung Siaga

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung bersiap menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan selama libur panjang 3–5 April 2026 yang bertepatan dengan momen Wafat Isa Almasih. Kondisi ini diprediksi memicu macet long weekend di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan wisata.Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung pun langsung mengambil langkah strategis dengan memperkuat pengawasan lalu lintas di […]

  • siaga bencana kabupaten tasikmalaya

    Sinergi Lintas Instansi Hadapi Potensi Bencana di Kabupaten Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 8
    • 0Komentar

    wartaloka.com, PERISTIWA. Menjelang intensitas hujan yang kian meningkat, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menggelar apel kesiapsiagaan lintas instansi di Pos Siaga Tapal Kuda, Kecamatan Salawu, Kamis (6/11/2025). Kegiatan tersebut menjadi tanda dimulainya masa siaga bencana di wilayah Tasikmalaya yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. Apel dipimpin Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubbi, dan dihadiri […]

  • Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Wartaloka, OPINI – Gelombang operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah kembali terjadi dalam waktu yang berdekatan. Teranyar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam operasi di Jawa Tengah. Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, KPK juga menjerat Bupati Pati Sudewo serta […]

  • WFH Bagi ASN: Kebijakan yang Efektif atau Bumerang?

    WFH Bagi ASN: Kebijakan yang Efektif atau Bumerang?

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA NASIONAL – Kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari dalam sepekan yang akan diterapkan usai Lebaran 2026 kini memasuki tahap finalisasi. Pemerintah mengklaim langkah ini sebagai strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global. Namun di balik narasi efisiensi energi, muncul pertanyaan krusial: siapa sebenarnya yang diuntungkan, dan […]

  • Real Madrid vs Getafe: Real Madrid Tumbang!

    Real Madrid vs Getafe: Real Madrid Tumbang!

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA OLAHRAGA – Laga real madrid vs getafe fc menghadirkan kejutan besar di pekan lanjutan Liga Spanyol. Bermain di kandang sendiri di Santiago Bernabeu, Selasa (3/2/2026) dini hari WIB, Real Madrid harus mengakui keunggulan Getafe CF dengan skor tipis 0-1. Hasil ini menjadi ganjalan serius bagi Los Blancos dalam perburuan gelar juara. Real Madrid […]

  • Dinkes Kota Bandung Siap Siaga Hadapi Libur Nataru.

    Dinkes Kota Bandung Siap Siaga Hadapi Libur Nataru.

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menyiapkan berbagai langkah kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi krisis kesehatan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Upaya ini dilakukan seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, kepadatan di pusat keramaian, serta risiko kedaruratan medis di lokasi wisata dan sarana transportasi publik. Kepala Dinas […]

expand_less