Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kupas » Dari Kendaraan Hingga PC, Entah Dimana Keberadaanya

Dari Kendaraan Hingga PC, Entah Dimana Keberadaanya

  • account_circle Admin Wartaloka
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartaloka.com, KUPAS. Ketika publik mendengar ratusan aset pemerintah daerah tidak diketahui keberadaannya, bayangan yang muncul kerap berhenti pada kendaraan dinas lama. Namun data auditor negara menunjukkan gambaran yang jauh lebih kompleks. Dari 351 unit aset Pemkot Sukabumi yang keberadaannya belum dapat diyakini, mayoritas justru berupa perangkat teknologi informasi yang menjadi alat kerja harian aparatur.

Perangkat tersebut mencakup laptop, notebook, PC, PC workstation, hingga tablet dari berbagai merek dan spesifikasi. Aset-aset ini tersebar di sejumlah perangkat daerah dan tercatat sebagai Barang Milik Daerah (BMD) yang masih aktif dalam daftar inventaris. Artinya, secara administrasi aset itu dianggap ada dan digunakan, meski saat pemeriksaan fisik dilakukan, keberadaannya tidak dapat ditunjukkan.

Komposisi ini mengubah sudut pandang atas persoalan yang muncul. Masalahnya bukan sekadar kendaraan operasional yang menua dan berpindah tangan seiring waktu, melainkan perangkat kerja utama ASN yang seharusnya melekat pada aktivitas pelayanan publik sehari-hari.

Perangkat TIK Mendominasi, Kendaraan Bukan Satu-satunya

Berdasarkan pengelompokan data auditor negara, perangkat TIK menjadi kelompok terbesar dari total 351 aset yang tidak diketahui keberadaannya. Laptop dan notebook mendominasi, disusul PC workstation—termasuk unit bernilai relatif tinggi—serta tablet seperti iPad dan perangkat sejenis. Sebagian besar tercatat dalam kondisi “baik”, meski fisiknya tidak dapat dibuktikan.

Kendaraan dinas tetap menjadi bagian dari temuan, terutama sepeda motor operasional yang banyak tercatat pada unit kerja tertentu. Namun secara jumlah, kendaraan bukan komponen mayoritas. Fakta ini penting karena memperluas makna risiko yang dihadapi pemerintah daerah. Kehilangan jejak perangkat TIK tidak hanya berdampak pada nilai aset, tetapi juga pada kontinuitas kerja, keamanan data, dan memori kelembagaan.

Yang tak kalah penting, rentang tahun perolehan aset menunjukkan variasi lebar. Ada perangkat yang dibeli satu dekade lalu, namun terdapat pula aset yang relatif baru, diperoleh dalam beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, anggapan bahwa ketidakjelasan keberadaan aset semata-mata disebabkan usia barang menjadi kurang relevan.

Cara perolehan aset juga beragam. Mayoritas berasal dari pengadaan, sebagian dari pembelian langsung, dan ada pula yang diperoleh melalui hibah. Apa pun cara perolehannya, statusnya tetap sama: aset publik yang wajib dicatat, diamankan, dan dipertanggungjawabkan.

Dampak dan Pertanyaan yang Mengemuka

Komposisi aset yang didominasi perangkat TIK membawa konsekuensi yang lebih luas. Perangkat-perangkat ini lazim digunakan untuk pengolahan data, penyusunan laporan, hingga perencanaan program. Ketika keberadaannya tidak dapat diyakini, fungsi pengendalian internal ikut dipertanyakan.

Data auditor negara mencatat bahwa kondisi ini berkontribusi pada belum optimalnya pemanfaatan data inventaris sebagai alat pengendalian aset. Dengan kata lain, daftar barang ada, nilainya tercatat, tetapi kepastian fisik dan penguasaan belum terjamin. Di titik ini, persoalan bergeser dari sekadar administrasi menuju tata kelola.

Publik pun wajar bertanya: bagaimana mekanisme serah-terima perangkat kerja di internal Pemkot Sukabumi? Bagaimana pengamanan saat terjadi mutasi pegawai, dan sejauh mana pengawasan melekat dijalankan. Pertanyaan-pertanyaan ini muncul bukan untuk menuduh, melainkan untuk memastikan aset yang dibeli dengan uang rakyat benar-benar mendukung pelayanan publik.

Auditor negara telah merekomendasikan agar pemerintah daerah menelusuri dan melaporkan keberadaan seluruh aset yang belum dapat diyakini, sekaligus membenahi sistem pengendalian dan inventarisasi. Dengan komposisi aset yang didominasi perangkat kerja modern, upaya penelusuran itu diharapkan tidak berhenti pada pencarian fisik semata, tetapi juga pada pembenahan sistem agar kejadian serupa tidak berulang.

Berita ini menunjukkan satu hal: persoalan aset Pemkot Sukabumi bukan cerita lama tentang motor tua, melainkan cerminan tantangan tata kelola di era kerja digital. Dan di sanalah, pekerjaan rumah sesungguhnya menanti untuk diselesaikan. (AR)

  • Penulis: Admin Wartaloka

Rekomendasi Untuk Anda

  • badan promosi mati suri (1)

    Gara-Gara Jalan Berlubang, Anggota DPRD Sumedang Dihujani Kritik di Facebook

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 70
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA SUMEDANG. Jagat media sosial Sumedang kembali diramaikan oleh keluhan warga soal infrastruktur. Kali ini, sorotan publik tertuju pada seorang anggota DPRD Sumedang setelah sebuah unggahan mengenai jalan rusak menjadi buah bibir sejak Sabtu (15/11/2025) malam. Pemilik akun Al Ghifari mengunggah foto kondisi jalan yang tampak rusak parah: lubang besar di tengah badan jalan, […]

  • Wali Kota Sukabumi Siap Perkuat Kinerja Birokrasi dengan cara ini

    Wali Kota Sukabumi Siap Perkuat Kinerja Birokrasi dengan cara ini

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki membuat terobosan baru dalam tata kelola pemerintahan daerah dengan menerapkan Key Performance Indicator (KPI) bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mulai tahun anggaran 2026. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat kinerja birokrasi sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi. Kebijakan tersebut menjadi salah […]

  • Korban Bencana Bantargadung Sukabumi Dapat Bantuan Sewa Rumah Rp3 Juta

    Korban Bencana Bantargadung Sukabumi Dapat Bantuan Sewa Rumah Rp3 Juta

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengambil langkah cepat untuk membantu warga terdampak Bencana Bantargadung Sukabumi dengan menyalurkan Bantuan Sewa Rumah bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan pergerakan tanah. Bantuan tersebut diberikan kepada warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah dalam beberapa waktu terakhir. […]

  • Memaknai Peringatan Hari Kartini ke-147

    Memaknai Peringatan Hari Kartini ke-147

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Hari Kartini ke-147 menjadi momentum Gen Z memaknai emansipasi di era digital.

  • Kecelakaan Motor di Cicurug: Detik-Detik Tabrakan Pagi yang Merenggut Nyawa

    Kecelakaan Motor di Cicurug: Detik-Detik Tabrakan Pagi yang Merenggut Nyawa

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Sebuah kecelakaan motor maut terjadi di Jalan Nasional Sukabumi–Bogor, tepatnya di Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Insiden yang berlangsung pada jam rawan lalu lintas pagi hari ini mengakibatkan satu orang penumpang sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian. Lokasi kecelakaan berada di seberang […]

  • Polemik Padel Kota Tasikmalaya Temukan Titik Terang

    Polemik Padel Kota Tasikmalaya Temukan Titik Terang

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Polemik perizinan lapangan padel di Kota Tasikmalaya akhirnya memasuki babak penyelesaian. Setelah beberapa waktu menjadi sorotan publik dan memicu inspeksi dari DPRD, persoalan tersebut dibahas secara terbuka dalam pertemuan antara Komisi III DPRD dan para pengelola lapangan padel. Isu ini mencuat seiring pesatnya pertumbuhan olahraga padel di Kota Tasikmalaya dalam beberapa […]

expand_less