Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kupas » Dari Kendaraan Hingga PC, Entah Dimana Keberadaanya

Dari Kendaraan Hingga PC, Entah Dimana Keberadaanya

  • account_circle Admin Wartaloka
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 236
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartaloka.com, KUPAS. Ketika publik mendengar ratusan aset pemerintah daerah tidak diketahui keberadaannya, bayangan yang muncul kerap berhenti pada kendaraan dinas lama. Namun data auditor negara menunjukkan gambaran yang jauh lebih kompleks. Dari 351 unit aset Pemkot Sukabumi yang keberadaannya belum dapat diyakini, mayoritas justru berupa perangkat teknologi informasi yang menjadi alat kerja harian aparatur.

Perangkat tersebut mencakup laptop, notebook, PC, PC workstation, hingga tablet dari berbagai merek dan spesifikasi. Aset-aset ini tersebar di sejumlah perangkat daerah dan tercatat sebagai Barang Milik Daerah (BMD) yang masih aktif dalam daftar inventaris. Artinya, secara administrasi aset itu dianggap ada dan digunakan, meski saat pemeriksaan fisik dilakukan, keberadaannya tidak dapat ditunjukkan.

Komposisi ini mengubah sudut pandang atas persoalan yang muncul. Masalahnya bukan sekadar kendaraan operasional yang menua dan berpindah tangan seiring waktu, melainkan perangkat kerja utama ASN yang seharusnya melekat pada aktivitas pelayanan publik sehari-hari.

Perangkat TIK Mendominasi, Kendaraan Bukan Satu-satunya

Berdasarkan pengelompokan data auditor negara, perangkat TIK menjadi kelompok terbesar dari total 351 aset yang tidak diketahui keberadaannya. Laptop dan notebook mendominasi, disusul PC workstation—termasuk unit bernilai relatif tinggi—serta tablet seperti iPad dan perangkat sejenis. Sebagian besar tercatat dalam kondisi “baik”, meski fisiknya tidak dapat dibuktikan.

Kendaraan dinas tetap menjadi bagian dari temuan, terutama sepeda motor operasional yang banyak tercatat pada unit kerja tertentu. Namun secara jumlah, kendaraan bukan komponen mayoritas. Fakta ini penting karena memperluas makna risiko yang dihadapi pemerintah daerah. Kehilangan jejak perangkat TIK tidak hanya berdampak pada nilai aset, tetapi juga pada kontinuitas kerja, keamanan data, dan memori kelembagaan.

Yang tak kalah penting, rentang tahun perolehan aset menunjukkan variasi lebar. Ada perangkat yang dibeli satu dekade lalu, namun terdapat pula aset yang relatif baru, diperoleh dalam beberapa tahun terakhir. Dengan demikian, anggapan bahwa ketidakjelasan keberadaan aset semata-mata disebabkan usia barang menjadi kurang relevan.

Cara perolehan aset juga beragam. Mayoritas berasal dari pengadaan, sebagian dari pembelian langsung, dan ada pula yang diperoleh melalui hibah. Apa pun cara perolehannya, statusnya tetap sama: aset publik yang wajib dicatat, diamankan, dan dipertanggungjawabkan.

Dampak dan Pertanyaan yang Mengemuka

Komposisi aset yang didominasi perangkat TIK membawa konsekuensi yang lebih luas. Perangkat-perangkat ini lazim digunakan untuk pengolahan data, penyusunan laporan, hingga perencanaan program. Ketika keberadaannya tidak dapat diyakini, fungsi pengendalian internal ikut dipertanyakan.

Data auditor negara mencatat bahwa kondisi ini berkontribusi pada belum optimalnya pemanfaatan data inventaris sebagai alat pengendalian aset. Dengan kata lain, daftar barang ada, nilainya tercatat, tetapi kepastian fisik dan penguasaan belum terjamin. Di titik ini, persoalan bergeser dari sekadar administrasi menuju tata kelola.

Publik pun wajar bertanya: bagaimana mekanisme serah-terima perangkat kerja di internal Pemkot Sukabumi? Bagaimana pengamanan saat terjadi mutasi pegawai, dan sejauh mana pengawasan melekat dijalankan. Pertanyaan-pertanyaan ini muncul bukan untuk menuduh, melainkan untuk memastikan aset yang dibeli dengan uang rakyat benar-benar mendukung pelayanan publik.

Auditor negara telah merekomendasikan agar pemerintah daerah menelusuri dan melaporkan keberadaan seluruh aset yang belum dapat diyakini, sekaligus membenahi sistem pengendalian dan inventarisasi. Dengan komposisi aset yang didominasi perangkat kerja modern, upaya penelusuran itu diharapkan tidak berhenti pada pencarian fisik semata, tetapi juga pada pembenahan sistem agar kejadian serupa tidak berulang.

Berita ini menunjukkan satu hal: persoalan aset Pemkot Sukabumi bukan cerita lama tentang motor tua, melainkan cerminan tantangan tata kelola di era kerja digital. Dan di sanalah, pekerjaan rumah sesungguhnya menanti untuk diselesaikan. (AR)

  • Penulis: Admin Wartaloka

Rekomendasi Untuk Anda

  • Walikota Bandung mengaskan pelarangan menyalakan kembang api di Tahun Baru 2026

    Evaluasi 1 Tahun Kepemimpinan M Farhan: Kota Bandung di Persimpangan Arah

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 223
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Memasuki era 1 tahun kepemimpinan M Farhan sebagai Walikota Bandung, publik mulai menakar capaian dan arah pembangunan Kota Bandung. Harapan masyarakat terhadap kepemimpinan definitif memang cukup besar. Sejak 14 April 2023, Kota Bandung sempat dipimpin penjabat wali kota, sebelum akhirnya Muhammad Farhan resmi dilantik pada 10 Februari 2025 sebagai Wali Kota […]

  • pekerja-sektor-informal-makin-banyak-negara-lemah-ciptakan-lapangan-kerja-opini wartaloka

    Pekerja Informal, UMKM, dan GIG Makin Banyak, Negara Lemah Ciptakan Lapangan Kerja?

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Meningkatnya pekerja sektor informal, dinilai menjadi tanda lemahnya negara dalam menyediakan lapangan kerja layak. Simak analisis dan solusi perspektif Islam.

  • Dinamika Birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya Disorot KNPI

    Dinamika Birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya Disorot KNPI

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Dinamika birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik setelah sejumlah elemen masyarakat menyoroti efektivitas tata kelola internal dalam satu tahun terakhir. Kritik tersebut tidak hanya menyasar figur kepala daerah, tetapi juga mengarah pada sistem koordinasi yang berjalan di lingkup birokrasi Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan […]

  • Insiden Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, Puluhan Terluka

    Insiden Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, Puluhan Terluka

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Nasional. Insiden Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, menggegerkan warga sekolah pada Jumat (7/11/2025) siang, tepat saat pelaksanaan salat Jumat. Insiden ini mengakibatkan sedikitnya 54 orang terluka, sebagian di antaranya mengalami luka cukup serius. Peristiwa ledakan di masjid sekolah Jakarta Utara tersebut terjadi ketika masjid dipenuhi siswa, guru, dan staf sekolah […]

  • Dedi Mulyadi Siapkan Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Bandung, Diserahkan 3 Juni

    Dedi Mulyadi Siapkan Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Bandung, Diserahkan 3 Juni

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Bonus Rp1 miliar dari Dedi Mulyadi untuk Persib Bandung usai juara Super League 2025/2026 akan diserahkan 3 Juni.

  • Resmi! Hasil Sidang Isbat 2026 Tentang Penetapan 1 Ramadhan 1447 H

    Resmi! Hasil Sidang Isbat 2026 Tentang Penetapan 1 Ramadhan 1447 H

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA NASIONAL – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi mengumumkan hasil sidang isbat 2026 untuk penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Dalam sidang yang digelar Selasa (17/02/2026), diputuskan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses sidang isbat yang dipimpin langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar […]

expand_less