Gibran di Cipasung Tasikmalaya: Sinyal khusus Negara Untuk Pesantren
- account_circle KangHasan
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- visibility 48
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, Berita Tasikmalaya – Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pesantren Cipasung bukan sekadar agenda silaturahmi. Di balik itu, tersimpan pesan strategis negara dalam menyiapkan pesantren menghadapi era kecerdasan buatan dan revolusi digital.Dalam konteks gibran di cipasung tasikmalaya, pesantren diposisikan bukan hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia masa depan.
Pesantren di Persimpangan
ZamanPesantren selama ini dikenal kuat dalam menjaga tradisi keilmuan Islam klasik. Namun, perubahan zaman menuntut adaptasi baru. Tantangannya adalah bagaimana memadukan nilai keislaman dengan teknologi modern tanpa kehilangan jati diri.Kunjungan Gibran menjadi penegasan bahwa negara melihat pesantren sebagai mitra strategis pembangunan SDM digital.
AI dan Robotik sebagai Instrumen
PendidikanPelatihan AI dan robotik yang digelar sebelum kunjungan Wapres menunjukkan pendekatan yang sistematis. Santri dilatih menggunakan AI untuk pembelajaran, hafalan Al-Qur’an, hingga literasi digital dasar.Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari NU Care Global, praktisi teknologi nasional, hingga alumni Microsoft sebagai mentor.
Dampak Jangka Panjang
Jika berkelanjutan, program ini dapat menjadi model nasional pengembangan pesantren berbasis teknologi. Pesantren Cipasung bahkan menargetkan deklarasi sebagai “Pesantren Berbasis Teknologi”.Kunjungan Gibran di Cipasung Tasikmalaya memperlihatkan arah baru kebijakan negara: modernisasi pesantren tanpa menggerus nilai tradisi. (KH)
- Penulis: KangHasan
