Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemprov Jabar Keluarkan Peringatan Dini DBD, Warga Diminta Waspada

Pemprov Jabar Keluarkan Peringatan Dini DBD, Warga Diminta Waspada

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 229
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA JAWA BARATPemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus dan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Peringatan ini disampaikan melalui akun Instagram resmi Humas Jabar sebagai respons terhadap kondisi musim hujan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.

DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini dikenal mudah berkembang biak di lingkungan lembap dan genangan air yang kerap muncul saat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut menjadikan kawasan permukiman padat sebagai wilayah yang rentan terhadap penyebaran DBD.

Pemprov Jabar menilai bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penentu dalam menekan risiko penularan, terutama di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.

Gejala Awal Jangan Dianggap Sepele

Pemprov Jabar mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal DBD, khususnya demam tinggi yang tidak kunjung turun. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami tanda-tanda yang mengarah pada DBD.

Sejumlah gejala umum yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi secara mendadak, tubuh terasa sangat lemas, mual dan muntah, nyeri perut berlebihan, hingga tanda-tanda perdarahan. Perdarahan dapat muncul secara kasat mata seperti mimisan atau gusi berdarah, maupun tidak terlihat secara langsung.

Pemerintah menekankan bahwa keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, sehingga deteksi dan penanganan dini menjadi langkah krusial untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat DBD.

Gerakan 3M Plus Ditekankan Kembali

Untuk mencegah penyebaran DBD, Pemprov Jabar kembali mengajak masyarakat menerapkan gerakan 3M Plus secara konsisten. Gerakan ini dinilai sebagai langkah paling efektif dan mudah dilakukan oleh warga di lingkungan masing-masing.

Gerakan 3M meliputi menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta membasmi jentik nyamuk yang berkembang di sekitar rumah. Langkah ini bertujuan memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti sebelum berkembang menjadi dewasa.

Sementara itu, unsur “Plus” mencakup berbagai upaya tambahan untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk, seperti menggunakan kelambu saat tidur, memakai lotion atau semprotan anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, serta memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau bak air.

Lingkungan Bersih Jadi Kunci Pencegahan

Pemprov Jabar juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai benteng utama pencegahan DBD. Tumpukan sampah, barang bekas yang dapat menampung air hujan, serta saluran air yang tersumbat menjadi lokasi favorit bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Selain itu, tindakan fogging disebut hanya sebagai langkah pendukung dan bukan solusi utama. Fogging dilakukan bila ditemukan kasus DBD di suatu wilayah dan harus dibarengi dengan pemberantasan sarang nyamuk agar hasilnya efektif.

Melalui peringatan ini, Pemprov Jabar berharap kesadaran kolektif masyarakat dapat terus ditingkatkan. Pencegahan DBD tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh warga.

“DBD bisa dicegah jika masyarakat disiplin menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan 3M Plus secara konsisten,” demikian pesan yang disampaikan Pemprov Jabar.

Dengan kewaspadaan bersama, pemerintah optimistis risiko lonjakan kasus DBD dapat ditekan, sehingga kesehatan masyarakat Jawa Barat tetap terjaga sepanjang musim hujan. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • 426 Kasus dalam Empat Bulan, Mengapa Kekerasan terhadap Anak Terus Berulang?

    426 Kasus dalam Empat Bulan, Mengapa Kekerasan terhadap Anak Terus Berulang?

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Data KPAI mencatat 426 kasus kekerasan terhadap anak dalam empat bulan. Mengapa kasus ini terus berulang?

  • Harga Pertamax Naik, Pengguna Kendaraan Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

    Harga Pertamax Naik, Pengguna Kendaraan Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 301
    • 0Komentar

    Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter. Pengguna kendaraan harus menambah biaya hingga Rp158 ribu untuk sekali pengisian penuh 40 liter.

  • Persib Vs Persija Memanas! Duel Gengsi El Clasico Indonesia

    Persib Vs Persija Memanas! Duel Gengsi El Clasico Indonesia

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pertandingan Persib Vs Persija kembali menjadi sorotan utama publik sepak bola nasional. Duel yang kerap dijuluki El Clasico Indonesia ini tidak sekadar memperebutkan tiga poin, tetapi juga menyangkut gengsi, harga diri, dan dominasi dua klub dengan basis suporter terbesar di Tanah Air. Menjelang laga krusial tersebut, perhatian publik tertuju pada prediksi […]

  • Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    Rajin OTT, tapi Malas Antisipasi?

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Wartaloka, OPINI – Gelombang operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah kembali terjadi dalam waktu yang berdekatan. Teranyar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam operasi di Jawa Tengah. Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, KPK juga menjerat Bupati Pati Sudewo serta […]

  • Tasikmalaya: Penemuan Mayat di Cibeureum,  Bikin Warga Geger

    Tasikmalaya: Penemuan Mayat di Cibeureum, Bikin Warga Geger

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Warga Perum Bumi Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, digegerkan dengan peristiwa penemuan mayat di Cibeureum, Selasa (17/02/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Seorang pria bernama Danil (56) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dan diduga telah wafat lebih dari satu minggu. Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Hingga menjelang petang, kerumunan […]

  • Peserta Hackclub Campfire Asal Tasikmalaya Ikuti Event Teknologi di Jakarta

    Peserta Hackclub Campfire Asal Tasikmalaya Ikuti Event Teknologi di Jakarta

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Seorang pelajar asal Kota Tasikmalaya kembali menorehkan langkah berani di dunia teknologi. Ia adalah Arkanurrizky A.H (14), siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya yang menjadi peserta Hackclub Campfire asal Tasikmalaya dalam ajang teknologi bertajuk Hackclub Campfire. Kegiatan tersebut digelar di Perpustakaan Jakarta Cikini dan diselenggarakan oleh Hack Club. Event ini diikuti kurang […]

expand_less