Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Cikurubuk Jangan Dibiarkan Redup

Cikurubuk Jangan Dibiarkan Redup

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 263
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYAFajar baru saja merekah di ufuk timur ketika denyut kehidupan mulai terasa di Pasar Cikurubuk. Kesegaran udara pagi serta hawa dingin belum sepenuhnya sirna, namun langkah para pedagang sudah terdengar menapak di lorong-lorong sempit yang sejak puluhan tahun menjadi saksi perputaran ekonomi rakyat. Di sinilah wajah asli perdagangan tradisional Kota Tasikmalaya hidup—di tengah teriakan penjual, aroma rempah, dan warna-warni sayuran segar yang tertata di atas lapak sederhana.

Namun, di balik dinamika itu, kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya hari ini menghadapi tantangan serius. Pasar yang dahulu dikenal sebagai urat nadi perekonomian wilayah Tasikmalaya dan Priangan Timur kini berada di persimpangan jalan: bertahan atau perlahan ditinggalkan zaman.

Urat Nadi Ekonomi yang Terancam Melemah

Dibangun pada tahun 1994 di atas lahan seluas 43.120 meter persegi, Pasar Cikurubuk merupakan pasar induk terbesar di Kota Tasikmalaya. Secara administratif berada di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, pasar ini memiliki kurang lebih 2.772 pedagang terdaftar, belum termasuk pedagang kaki lima.

Selama bertahun-tahun, pasar ini berfungsi sebagai pusat distribusi pangan utama. Sayuran, buah, sembako, daging, ikan, hingga kebutuhan sandang tersedia lengkap dengan harga relatif lebih murah dibanding pasar lain di sekitar Kota Tasikmalaya.

Harga kompetitif dan kelengkapan komoditas menjadikan Pasar Cikurubuk sebagai pusat belanja grosir bagi pedagang dari berbagai daerah, mulai dari Pangandaran hingga Cikalong. Artinya, peran pasar ini tidak hanya lokal, tetapi regional.

Namun kini, sekitar 30 persen kios dilaporkan tutup. Pergeseran pola belanja masyarakat ke arah digital, pertumbuhan pasar modern, serta daya beli yang melemah menjadi faktor utama. Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya menjadi cerminan tantangan besar yang dihadapi pasar tradisional di era modern.

Tantangan Nyata: Digitalisasi dan Minimnya Perlindungan

Pasar tradisional dipaksa bersaing dalam arena yang tidak sepenuhnya setara. Di satu sisi, pasar modern tumbuh dengan fasilitas nyaman, parkir luas, dan sistem manajemen profesional. Di sisi lain, e-commerce dan belanja daring menawarkan kemudahan yang tak terbantahkan.

Ketua HIPPATAS H. Achmad Jahid, S.H., menegaskan bahwa pedagang pasar tradisional seharusnya tidak dibiarkan berjuang sendirian. “Kami bersaing dengan pasar modern, dengan penjualan online, ditambah lagi dampak kondisi ekonomi. Tapi negara seharusnya hadir melindungi pasar rakyat,” tegasnya.

Ia mengingatkan, tanpa intervensi konkret dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya berpotensi semakin terpinggirkan. Padahal ribuan kepala keluarga menggantungkan hidupnya pada aktivitas ekonomi di sana.

Dengan didasari hal tersebut setelah melalui rangkaian pembahasan yang panjang dan diskusi dengan berbagai tokoh seperti diantaranya dengan KH Miftah Fauzi maka Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) resmi mengirimkan surat usulan kebijakan kepada sembilan instansi strategis di Kota Tasikmalaya, pada hari Jumat (13/02/2026) kemarin.

Alih-alih memilih jalur demonstrasi, HIPPATAS memutuskan mengedepankan pendekatan administratif dan kelembagaan. Langkah ini memperkuat legitimasi tuntutan resmi pedagang Pasar Cikurubuk sekaligus menunjukkan kedewasaan organisasi pedagang.

Seorang pedagang yang juga warga sekitar mengungkapkan bahwa dorongan untuk menggelar aksi massa sebenarnya sempat menguat. Akan tetapi, dalam rapat bersama pengurus dan tokoh masyarakat, mereka sepakat memberi ruang dialog kepada pemerintah.

KH Miftah Fauzi, tokoh masyarakat yang turut mendampingi advokasi ini dan ikut menandatangani surat bersama pengurus HIPPATAS, menegaskan bahwa pengiriman surat menjadi simbol keseriusan sekaligus komitmen dialog.

“Surat ini bukti bahwa pedagang tidak hanya siap duduk bersama dalam dialog terbuka, tetapi juga menawarkan solusi konkret dan terukur. Kami ingin masalah ini diselesaikan melalui mekanisme yang bermartabat,” ujarnya.

Baca juga: Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi

Momentum Revitalisasi: Saatnya Stakeholder Bergerak

Melihat peran strategis Pasar Cikurubuk sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, revitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pemerintah daerah, DPRD, asosiasi pedagang, hingga pelaku usaha lokal perlu duduk bersama merumuskan langkah terukur.

Revitalisasi tidak semata pembangunan fisik. Perbaikan manajemen, penataan zonasi pedagang, sistem keamanan kebakaran, digitalisasi transaksi sederhana, hingga promosi pasar rakyat perlu menjadi paket kebijakan menyeluruh.

Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya harus dibaca sebagai alarm dini. Jika pasar ini melemah, dampaknya tidak hanya pada pedagang, tetapi juga pada stabilitas harga pangan daerah. Sebagai pusat distribusi utama Priangan Timur, Cikurubuk memiliki peran vital menjaga pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok.

Lebih jauh, pasar ini adalah ruang sosial. Di sanalah interaksi warga berlangsung, solidaritas tumbuh, dan ekonomi mikro berputar. Pedagang kecil menabung untuk biaya sekolah anaknya. Buruh angkut menggantungkan upah harian. Pembeli mencari harga terjangkau demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Kesadaran Kolektif untuk Masa Depan

Di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern dan perubahan perilaku konsumen, Pasar Cikurubuk tetap memiliki karakter hangat dan membumi. Ia bukan sekadar tempat transaksi, tetapi simbol ketahanan ekonomi rakyat.

Kini pertanyaannya: apakah semua pihak rela melihat ikon ekonomi tradisional Tasikmalaya ini meredup?

Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya seharusnya membangkitkan kesadaran kolektif. Pemerintah perlu hadir dengan kebijakan nyata, bukan sekadar wacana. Revitalisasi harus berbasis kebutuhan pedagang dan kenyamanan pengunjung. Dukungan permodalan, insentif, hingga integrasi digital sederhana bisa menjadi solusi jangka menengah.

Di sisi lain, masyarakat pun memiliki peran penting dengan kembali menghidupkan budaya belanja di pasar tradisional. Karena setiap rupiah yang dibelanjakan di pasar rakyat sejatinya menggerakkan roda ekonomi lokal.

Pasar Cikurubuk adalah puisi kehidupan yang ditulis dengan peluh dan harapan rakyat Tasikmalaya. Ia pernah menjadi urat nadi ekonomi kota ini. Dan dengan komitmen bersama, ia masih bisa kembali berdenyut lebih kuat dari sebelumnya. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nilai Bermasalah Triliunan, Indikasi di Bank Plat Merah Pemprov Jabar

    Nilai Bermasalah Triliunan, Indikasi di Bank Plat Merah Pemprov Jabar

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Sorotan terhadap tata kelola Bank Plat Merah Jawa Barat menguat setelah muncul sejumlah temuan terkait potensi risiko keuangan bernilai triliunan rupiah.

  • Pergeseran Tanah Bantargadung: Lereng Gundul Jadi Sorotan

    Pergeseran Tanah Bantargadung: Lereng Gundul Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Bencana kembali terjadi di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Ratusan warga Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah pergeseran tanah dipicu hujan ekstrem melanda kawasan tersebut, Senin (02/03/2026). Sedikitnya 104 Kepala Keluarga (KK) atau 324 jiwa kini bertahan di tenda darurat. Kejadian yang terjadi secara bertahap itu membuat […]

  • Dollar Tembus Rp18.000, Rakyat Butuh Solusi Bukan Sekadar Motivasi

    Dollar Tembus Rp18.000, Rakyat Butuh Solusi Bukan Sekadar Motivasi

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Dollar menyentuh Rp18.000. Saat rakyat menghadapi tekanan ekonomi, apakah motivasi saja cukup menjadi solusi?

  • Dinkes Kota Bandung Siap Siaga Hadapi Libur Nataru.

    Dinkes Kota Bandung Siap Siaga Hadapi Libur Nataru.

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menyiapkan berbagai langkah kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi krisis kesehatan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Upaya ini dilakukan seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, kepadatan di pusat keramaian, serta risiko kedaruratan medis di lokasi wisata dan sarana transportasi publik. Kepala Dinas […]

  • Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

    Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 362
    • 0Komentar

    Kecelakaan kereta api di Bekasi Timur libatkan KRL dan KA Argo Bromo, 38 korban luka dievakuasi.

  • Pemerintah Siapkan Skema Pendanaan Non-APBN untuk Program MBG di Wilayah 3T

    Pemerintah Siapkan Skema Pendanaan Non-APBN untuk Program MBG di Wilayah 3T

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Pemerintah menyiapkan skema pendanaan non-APBN untuk Program Makan Bergizi Gratis di wilayah 3T melalui investor, CSR BUMN dan swasta, serta peluang hibah luar negeri.

expand_less