Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Cikurubuk Jangan Dibiarkan Redup

Cikurubuk Jangan Dibiarkan Redup

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYAFajar baru saja merekah di ufuk timur ketika denyut kehidupan mulai terasa di Pasar Cikurubuk. Kesegaran udara pagi serta hawa dingin belum sepenuhnya sirna, namun langkah para pedagang sudah terdengar menapak di lorong-lorong sempit yang sejak puluhan tahun menjadi saksi perputaran ekonomi rakyat. Di sinilah wajah asli perdagangan tradisional Kota Tasikmalaya hidup—di tengah teriakan penjual, aroma rempah, dan warna-warni sayuran segar yang tertata di atas lapak sederhana.

Namun, di balik dinamika itu, kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya hari ini menghadapi tantangan serius. Pasar yang dahulu dikenal sebagai urat nadi perekonomian wilayah Tasikmalaya dan Priangan Timur kini berada di persimpangan jalan: bertahan atau perlahan ditinggalkan zaman.

Urat Nadi Ekonomi yang Terancam Melemah

Dibangun pada tahun 1994 di atas lahan seluas 43.120 meter persegi, Pasar Cikurubuk merupakan pasar induk terbesar di Kota Tasikmalaya. Secara administratif berada di Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, pasar ini memiliki kurang lebih 2.772 pedagang terdaftar, belum termasuk pedagang kaki lima.

Selama bertahun-tahun, pasar ini berfungsi sebagai pusat distribusi pangan utama. Sayuran, buah, sembako, daging, ikan, hingga kebutuhan sandang tersedia lengkap dengan harga relatif lebih murah dibanding pasar lain di sekitar Kota Tasikmalaya.

Harga kompetitif dan kelengkapan komoditas menjadikan Pasar Cikurubuk sebagai pusat belanja grosir bagi pedagang dari berbagai daerah, mulai dari Pangandaran hingga Cikalong. Artinya, peran pasar ini tidak hanya lokal, tetapi regional.

Namun kini, sekitar 30 persen kios dilaporkan tutup. Pergeseran pola belanja masyarakat ke arah digital, pertumbuhan pasar modern, serta daya beli yang melemah menjadi faktor utama. Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya menjadi cerminan tantangan besar yang dihadapi pasar tradisional di era modern.

Tantangan Nyata: Digitalisasi dan Minimnya Perlindungan

Pasar tradisional dipaksa bersaing dalam arena yang tidak sepenuhnya setara. Di satu sisi, pasar modern tumbuh dengan fasilitas nyaman, parkir luas, dan sistem manajemen profesional. Di sisi lain, e-commerce dan belanja daring menawarkan kemudahan yang tak terbantahkan.

Ketua HIPPATAS H. Achmad Jahid, S.H., menegaskan bahwa pedagang pasar tradisional seharusnya tidak dibiarkan berjuang sendirian. “Kami bersaing dengan pasar modern, dengan penjualan online, ditambah lagi dampak kondisi ekonomi. Tapi negara seharusnya hadir melindungi pasar rakyat,” tegasnya.

Ia mengingatkan, tanpa intervensi konkret dari Pemerintah Kota Tasikmalaya, kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya berpotensi semakin terpinggirkan. Padahal ribuan kepala keluarga menggantungkan hidupnya pada aktivitas ekonomi di sana.

Dengan didasari hal tersebut setelah melalui rangkaian pembahasan yang panjang dan diskusi dengan berbagai tokoh seperti diantaranya dengan KH Miftah Fauzi maka Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) resmi mengirimkan surat usulan kebijakan kepada sembilan instansi strategis di Kota Tasikmalaya, pada hari Jumat (13/02/2026) kemarin.

Alih-alih memilih jalur demonstrasi, HIPPATAS memutuskan mengedepankan pendekatan administratif dan kelembagaan. Langkah ini memperkuat legitimasi tuntutan resmi pedagang Pasar Cikurubuk sekaligus menunjukkan kedewasaan organisasi pedagang.

Seorang pedagang yang juga warga sekitar mengungkapkan bahwa dorongan untuk menggelar aksi massa sebenarnya sempat menguat. Akan tetapi, dalam rapat bersama pengurus dan tokoh masyarakat, mereka sepakat memberi ruang dialog kepada pemerintah.

KH Miftah Fauzi, tokoh masyarakat yang turut mendampingi advokasi ini dan ikut menandatangani surat bersama pengurus HIPPATAS, menegaskan bahwa pengiriman surat menjadi simbol keseriusan sekaligus komitmen dialog.

“Surat ini bukti bahwa pedagang tidak hanya siap duduk bersama dalam dialog terbuka, tetapi juga menawarkan solusi konkret dan terukur. Kami ingin masalah ini diselesaikan melalui mekanisme yang bermartabat,” ujarnya.

Baca juga: Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi

Momentum Revitalisasi: Saatnya Stakeholder Bergerak

Melihat peran strategis Pasar Cikurubuk sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, revitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pemerintah daerah, DPRD, asosiasi pedagang, hingga pelaku usaha lokal perlu duduk bersama merumuskan langkah terukur.

Revitalisasi tidak semata pembangunan fisik. Perbaikan manajemen, penataan zonasi pedagang, sistem keamanan kebakaran, digitalisasi transaksi sederhana, hingga promosi pasar rakyat perlu menjadi paket kebijakan menyeluruh.

Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya harus dibaca sebagai alarm dini. Jika pasar ini melemah, dampaknya tidak hanya pada pedagang, tetapi juga pada stabilitas harga pangan daerah. Sebagai pusat distribusi utama Priangan Timur, Cikurubuk memiliki peran vital menjaga pasokan dan keterjangkauan harga bahan pokok.

Lebih jauh, pasar ini adalah ruang sosial. Di sanalah interaksi warga berlangsung, solidaritas tumbuh, dan ekonomi mikro berputar. Pedagang kecil menabung untuk biaya sekolah anaknya. Buruh angkut menggantungkan upah harian. Pembeli mencari harga terjangkau demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Kesadaran Kolektif untuk Masa Depan

Di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern dan perubahan perilaku konsumen, Pasar Cikurubuk tetap memiliki karakter hangat dan membumi. Ia bukan sekadar tempat transaksi, tetapi simbol ketahanan ekonomi rakyat.

Kini pertanyaannya: apakah semua pihak rela melihat ikon ekonomi tradisional Tasikmalaya ini meredup?

Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya seharusnya membangkitkan kesadaran kolektif. Pemerintah perlu hadir dengan kebijakan nyata, bukan sekadar wacana. Revitalisasi harus berbasis kebutuhan pedagang dan kenyamanan pengunjung. Dukungan permodalan, insentif, hingga integrasi digital sederhana bisa menjadi solusi jangka menengah.

Di sisi lain, masyarakat pun memiliki peran penting dengan kembali menghidupkan budaya belanja di pasar tradisional. Karena setiap rupiah yang dibelanjakan di pasar rakyat sejatinya menggerakkan roda ekonomi lokal.

Pasar Cikurubuk adalah puisi kehidupan yang ditulis dengan peluh dan harapan rakyat Tasikmalaya. Ia pernah menjadi urat nadi ekonomi kota ini. Dan dengan komitmen bersama, ia masih bisa kembali berdenyut lebih kuat dari sebelumnya. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belanja Barjas di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya Menuai Sorotan

    Belanja Barjas di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya Menuai Sorotan

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Pola pengadaan di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya menjadi perhatian setelah data yang dibuka ke publik menunjukkan indikasi yang sulit diabaikan. Dari ratusan paket belanja yang dianalisis, muncul tiga pola utama yang dinilai tidak lazim dan memicu pertanyaan terhadap proses pengadaan. Keterbukaan data pengadaan di lingkungan Bappelitbangda Kota Tasikmalaya ini justru membuka babak […]

  • maraknya-pelecehan-seksual-di-berbagai-aspek-kehidupan-opini wartaloka

    MARAK NYA PELECEHAN DI BERBAGAI ASPEK KEHIDUPAN

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Maraknya pelecehan seksual di lingkungan pendidikan, tempat umum, hingga dunia digital menjadi sorotan. Simak pandangan mengenai akar persoalan dan solusi pencegahannya.

  • Idul Fitri 1447 Hijriah: Kemenangan Sejati Bukan Soal Kemewahan

    Idul Fitri 1447 Hijriah: Kemenangan Sejati Bukan Soal Kemewahan

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Wartaloka, OPINI – Selamat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah. Setelah sebulan penuh menjalani tempaan spiritual di bulan Ramadan, umat Muslim akhirnya tiba pada sebuah titik yang disebut sebagai kemenangan. Namun, kemenangan ini bukan sekadar perayaan seremonial atau tradisi tahunan. Lebih dari itu, Idul Fitri adalah refleksi dari perjalanan batin yang sarat makna. Ramadan telah mengajarkan […]

  • Dinkes Kota Bandung Siap Siaga Hadapi Libur Nataru.

    Dinkes Kota Bandung Siap Siaga Hadapi Libur Nataru.

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menyiapkan berbagai langkah kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi krisis kesehatan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Upaya ini dilakukan seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, kepadatan di pusat keramaian, serta risiko kedaruratan medis di lokasi wisata dan sarana transportasi publik. Kepala Dinas […]

  • Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Bertambah, 53 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Hari Kelima

    Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Bertambah, 53 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Hari Kelima

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Operasi pencarian korban Longsor Cisarua Bandung Barat terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga hari kelima pencarian, Rabu (28/1/2026) pukul 16.00 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 53 kantong jenazah dari lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Meski demikian, sebanyak 27 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan terus […]

  • Investasi Kota Bandung 2025 Tembus, DPMPTSP Siap Sambut Target 2026

    Investasi Kota Bandung 2025 Tembus, DPMPTSP Siap Sambut Target 2026

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Capaian Investasi Kota Bandung kembali mencuri perhatian. Di tengah keterbatasan wilayah, Kota Bandung justru mampu melampaui target investasi tahun 2025. Fakta ini mengemuka dalam kegiatan kerja bakti yang dirangkai dengan pembinaan kepegawaian dan pengarahan langsung Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, kepada seluruh pegawai DPMPTSP Kota Bandung, Jumat, 2 Januari 2026. […]

expand_less