Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Proyek Mangkrak di Sukabumi: Gedung Rp181 Miliar Terbengkalai.

Proyek Mangkrak di Sukabumi: Gedung Rp181 Miliar Terbengkalai.

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Proyek mangkrak di Sukabumi, sebuah gedung megah enam lantai yang dibangun menggunakan anggaran lebih dari Rp181 miliar dari APBD Kabupaten Sukabumi hingga kini belum juga difungsikan. Alih-alih menjadi pusat pelayanan publik modern, bangunan yang berdiri di Jalan Jenderal A. Yani, Kompleks GOR Palabuhanratu, itu justru terbengkalai dan menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius.

Gedung tersebut sedianya dirancang sebagai pusat perkantoran Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang akan menampung sekitar 14 dinas. Proyek ini digadang-gadang menjadi simbol kemajuan birokrasi dan wajah baru pelayanan publik yang lebih terintegrasi. Namun, hingga akhir 2025, gedung tersebut belum juga difungsikan dan kondisinya semakin memprihatinkan.


Nampak Beberapa Kerusakan Meski Baru Dibangun

Kondisi fisik bangunan kini jauh dari kata layak. Sejumlah plafon terlihat rusak akibat kebocoran, air menggenang di beberapa lantai, kaca jendela pecah, lantai mengalami rembesan, keramik terlepas, hingga tembok retak dan cat yang kusam. Kerusakan ini menimbulkan pertanyaan besar dari masyarakat terkait kualitas perencanaan dan pelaksanaan proyek.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. “Kami masyarakat kecil hanya ingin pemerintah buka hati dan mata. Punya niat tidak sih membangun daerah ini dengan benar? Apa yang nanti mau diwariskan ke anak cucu kalau bangunan semahal ini dibiarkan rusak?” ujarnya.

Kekecewaan publik semakin menguat karena proyek bernilai fantastis tersebut belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di tengah berbagai kebutuhan mendesak seperti infrastruktur dasar, pendidikan, dan layanan kesehatan, gedung ini justru menjadi simbol ketidakefisienan anggaran daerah.


Rincian Anggaran Fantastis

Proyek mangkrak di Sukabumi ini dikerjakan melalui skema tahun jamak (multi-year) sejak 2019 hingga 2023. Namun, perubahan desain serta kebutuhan teknis di lapangan disebut tidak diiringi dengan perencanaan ulang anggaran yang matang. Hal ini menyebabkan proses penyelesaian proyek berulang kali mengalami hambatan.

Berdasarkan data yang dihimpun, berikut rincian penggunaan anggarannya:

  • 2019 (Tahap 1): Rp34.385.288.379,94
  • 2020 (Tahap 2): Rp48.427.313.669,56
  • 2021 (Tahap 3): Rp61.818.442.507,10
  • 2022 (Tahap 4): Rp25.627.785.976,96
  • 2022 (Power House): Rp10.983.893.181,70
  • 2023 (Tahap 5): Rp18.705.594.191,98 — gagal lelang

Total anggaran yang terserap mencapai lebih dari Rp181 miliar. Namun ironisnya, hingga kini bangunan tersebut belum difungsikan dan arah kelanjutannya belum jelas.


Krisis Manajemen dan Pengawasan?

Situasi ini dinilai mencerminkan lemahnya manajemen proyek strategis daerah. Gedung yang semestinya menjadi etalase modernisasi birokrasi justru berubah menjadi potret buram tata kelola pemerintahan.

Pengamat kebijakan publik menilai, mangkraknya proyek ini bukan sekadar persoalan fisik bangunan yang belum rampung, tetapi juga menunjukkan adanya krisis perencanaan dan minimnya pengawasan internal. Perubahan desain tanpa kajian ulang anggaran yang komprehensif dinilai menjadi salah satu faktor utama tersendatnya penyelesaian proyek.

Selain itu, belum terlihat adanya dampak ekonomi signifikan atau efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat sekitar. Padahal, proyek dengan nilai ratusan miliar rupiah seharusnya mampu menggerakkan roda ekonomi lokal, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun pertumbuhan usaha penunjang.


Rencana Libatkan BUMN, Solusi atau Lempar Tanggung Jawab?

Di tengah kebuntuan pendanaan, muncul wacana pelibatan BUMN untuk melanjutkan proyek tersebut. Namun langkah ini menuai kritik. Sejumlah pihak menilai rencana tersebut justru terkesan sebagai bentuk “lempar handuk” pemerintah daerah yang dianggap tidak lagi sanggup membiayai ambisinya sendiri.

Jika tidak segera ada kejelasan, dikhawatirkan kerusakan bangunan akan semakin parah dan biaya perbaikan justru membengkak di masa mendatang. Kondisi gedung enam lantai yang seharusnya menjadi pusat pelayanan publik modern kini hanya menyisakan kekecewaan dan tanda tanya besar.


Simbol Kegagalan atau Masih Bisa Diselamatkan?

Proyek mangkrak di Sukabumi kini menjadi topik hangat di tengah masyarakat. Bangunan yang berdiri di lahan strategis tersebut seharusnya menjadi kebanggaan daerah. Namun yang terjadi justru sebaliknya: gedung megah berubah menjadi simbol lemahnya transparansi, akuntabilitas, dan perencanaan pembangunan.

Publik kini menunggu langkah konkret pemerintah daerah untuk memberikan kepastian. Apakah proyek ini akan dilanjutkan, direvisi total, atau bahkan dialihfungsikan? Kejelasan arah kebijakan menjadi krusial agar anggaran ratusan miliar rupiah tidak terbuang sia-sia.

Di balik dinding beton yang menjulang tinggi, tersimpan harapan masyarakat akan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Proyek ini bukan sekadar soal bangunan fisik, melainkan tentang harapan masyarakat Sukabumi dan kepercayaan terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam membangun daerah secara transparan dan bertanggung jawab. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmi! Hasil Sidang Isbat 2026 Tentang Penetapan 1 Ramadhan 1447 H

    Resmi! Hasil Sidang Isbat 2026 Tentang Penetapan 1 Ramadhan 1447 H

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA NASIONAL – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi mengumumkan hasil sidang isbat 2026 untuk penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Dalam sidang yang digelar Selasa (17/02/2026), diputuskan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses sidang isbat yang dipimpin langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar […]

  • Gaji ASN Sukabumi Telat Masuk, Ada Apa?

    Gaji ASN Sukabumi Telat Masuk, Ada Apa?

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI — Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dibuat resah. Hingga pertengahan Januari 2026, gaji bulanan yang biasa mereka terima di awal bulan belum juga masuk ke rekening. Kondisi ini memicu keluhan luas, terutama karena bertepatan dengan kebutuhan rumah tangga dan kewajiban cicilan yang tidak bisa ditunda. Fenomena […]

  • Galeri Rasulullah Al Jabbar, Wisata Religi Gratis Menyusuri Jejak Nabi

    Galeri Rasulullah Al Jabbar, Wisata Religi Gratis Menyusuri Jejak Nabi

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, kerinduan umat Islam untuk lebih dekat dengan Rasulullah SAW semakin terasa. Bukan hanya melalui ibadah, tetapi juga dengan mengenal lebih dalam perjalanan hidup Sang Nabi sebagai teladan umat sepanjang zaman. Di Kota Bandung, kerinduan itu dapat terjawab melalui Galeri Rasulullah SAW yang berada di kawasan Masjid […]

  • Hardiknas: Dunia Pendidikan Makin Buram Dan Memprihatinkan

    Hardiknas: Dunia Pendidikan Makin Buram Dan Memprihatinkan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Hardiknas 2026 menjadi refleksi dunia pendidikan yang kian buram akibat krisis moral, adab, dan arah pendidikan nasional.

  • Bupati Bogor Tegaskan: Ciliwung Milik Bersama, Warga Diminta Ikut Menjaga

    Bupati Bogor Tegaskan: Ciliwung Milik Bersama, Warga Diminta Ikut Menjaga

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor secara terbuka mengajak masyarakat lintas wilayah untuk tidak lagi bersikap pasif terhadap kondisi Sungai Ciliwung. Ajakan ini menegaskan satu pesan utama: menjaga hulu sungai bukan sekadar tugas pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga yang menggantungkan hidupnya pada aliran Ciliwung. Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bogor, […]

  • Pemprov Jabar Siap Lunasi Utang Pembangunan Rp621 Miliar

    Pemprov Jabar Siap Lunasi Utang Pembangunan Rp621 Miliar

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JABAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memastikan komitmennya untuk melunasi utang pembangunan Jabar senilai Rp621 miliar yang belum terbayar hingga 2025. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dedi menegaskan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini dalam keadaan aman dan mencukupi. Anggaran pelunasan utang tersebut bersumber dari Dana Alokasi […]

expand_less