Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Kondisi Pasar Cikurubuk Saat Ini, Mode Bertahan Hidup ?

Kondisi Pasar Cikurubuk Saat Ini, Mode Bertahan Hidup ?

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA — Kondisi Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya hari ini bukan sekadar isu ekonomi, melainkan cerminan denyut nadi perdagangan rakyat yang tengah melemah. Sebagai pasar induk terbesar di Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk Tasikmalaya seharusnya menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat kecil. Namun realitas di lapangan menunjukkan banyak kios tutup, pembeli berkurang, dan pedagang bertahan dalam situasi serba sulit.

Fenomena ini memunculkan satu pertanyaan besar: apakah kita akan membiarkan pasar rakyat ini perlahan kehilangan fungsinya?


Kondisi Pasar Cikurubuk: Sepi yang Kian Terasa

Pantauan di sejumlah blok menunjukkan lorong pasar tidak seramai dulu. Beberapa kios tampak kosong dan tak lagi beroperasi. Pedagang mengaku omzet turun drastis dalam beberapa bulan terakhir.

“Sekarang pembeli jauh berkurang. Kadang sehari belum tentu balik modal,” ujar salah seorang pedagang pakaian yang sudah belasan tahun berjualan di Cikurubuk.

Senada dengan itu, ada pula seorang pedagang sayuran, menyebut penurunan omzet bisa mencapai lebih dari 40 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Keluhan pedagang Cikurubuk bukan cuma soal sepi pembeli, tapi juga soal kondisi fasilitas pasar yang perlu pembenahan,” katanya.

Jalan akses yang rusak, drainase kurang optimal, serta persaingan dengan ritel modern dan belanja online menjadi kombinasi tekanan yang tidak ringan.


Suara Tokoh: Harapan dan Tekanan Moral

Tokoh masyarakat Tasikmalaya, KH Miftah Fauzi, turut menyoroti serius kondisi pasar Cikurubuk. Menurutnya, pasar tradisional bukan sekadar tempat jual beli, tetapi ruang sosial yang menghidupi ribuan keluarga.

“Pasar ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang nyata, bukan hanya wacana. Pedagang kecil perlu keberpihakan,” ujarnya dalam salah satu pertemuan bersama pedagang.

Ia juga mengingatkan bahwa keberlangsungan pasar tradisional adalah bagian dari menjaga ekonomi umat.

Baca juga : Tuntutan Pedagang Pasar Cikurubuk: Dorong Penataan Profesional dan Iklim Usaha Sehat

Sementara itu, Ketua HIPPATAS H. Achmad Jahid, S.H., menegaskan bahwa pedagang pasar tradisional seharusnya tidak dibiarkan berjuang sendirian.

“Kami bersaing dengan pasar modern, dengan penjualan online, ditambah lagi dampak kondisi ekonomi, pihaknya terus mendorong dialog dengan pemerintah daerah agar ada solusi konkret.”

“Kami tidak ingin konflik, kami ingin solusi. Keluhan pedagang Cikurubuk ini nyata. Harapan kami sederhana: fasilitas diperbaiki, kebijakan berpihak, dan ada dorongan agar masyarakat kembali belanja ke pasar,” tegasnya.

Menurutnya, jika pasar dibiarkan lesu terlalu lama, bukan hanya para pedagang di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya ini yang terdampak, tetapi juga rantai distribusi lokal.

Baca juga: Tuntutan Resmi Pedagang Pasar Cikurubuk, HIPPATAS Kirim Surat ke 9 Instansi


Keluhan Pedagang Cikurubuk: Antara Bertahan dan Menyerah

Beberapa pedagang mengaku kini hanya bisa bertahan dengan stok terbatas. Modal diputar kecil karena khawatir barang tidak laku.

“Dulu bisa kulakan banyak, sekarang takut numpuk,” ujar seorang pedagang sembako.

Kondisi pasar Cikurubuk Tasikmalaya saat ini memperlihatkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang makin condong ke belanja daring dan minimarket modern. Namun di sisi lain, pasar tradisional tetap menawarkan harga yang bersaing dan interaksi sosial yang tak tergantikan.

Masalahnya bukan semata pada sistem, tetapi juga pada partisipasi kolektif.


Saatnya Gerakan Bersama: “Hayu Ka Cikurubuk!”

Menyikapi situasi ini, perlu ada gerakan moral dan sosial untuk menghidupkan kembali pasar kebanggaan Tasikmalaya ini.

Ajakan kepada masyarakat dan para ASN sangat penting. Jika setiap keluarga di Tasikmalaya menyisihkan waktu minimal seminggu sekali untuk berbelanja di pasar tradisional, dampaknya akan sangat terasa bagi para pedagang.

Bayangkan jika ribuan ASN dan pegawai instansi rutin berbelanja kebutuhan rumah tangga di Pasar Cikurubuk. Perputaran uang lokal akan kembali hidup.

Jargon sederhana namun kuat bisa digaungkan:

– “Hayu Ka Cikurubuk!” –

Gerakan ini bukan hanya soal belanja, tapi tentang solidaritas ekonomi lokal.


Jangan Biarkan Cikurubuk Redup

Kondisi pasar Cikurubuk adalah alarm bagi semua pihak. Pemerintah perlu mempercepat pembenahan infrastruktur dan kebijakan. Organisasi pedagang harus terus membangun komunikasi. Tokoh masyarakat perlu menjaga semangat kolektif.

Namun yang tak kalah penting: masyarakat juga punya peran besar.

Jika pasar ini mati, maka yang hilang bukan hanya kios-kios kosong. Yang hilang adalah denyut ekonomi rakyat kecil.

Maka, mari mulai dari langkah sederhana.

Hayu ka Cikurubuk.”
Karena dari sana, ekonomi Tasikmalaya bisa kembali bergerak. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persija vs persib 10 Mei 2026

    Persib Bungkam Persija di Segiri, Adam Alis Jadi Penentu Kemenangan Maung Bandung

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Persib Bandung sukses menaklukkan Persija Jakarta 2-1 dalam duel panas Super League 2025/2026. Adam Alis jadi pahlawan kemenangan.

  • Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Bertambah, 53 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Hari Kelima

    Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Bertambah, 53 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Hari Kelima

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Operasi pencarian korban Longsor Cisarua Bandung Barat terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga hari kelima pencarian, Rabu (28/1/2026) pukul 16.00 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 53 kantong jenazah dari lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Meski demikian, sebanyak 27 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan terus […]

  • Memaknai Hari Pendidikan Nasional di Era Modern

    Memaknai Hari Pendidikan Nasional di Era Modern

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Hari Pendidikan Nasional mengingatkan generasi muda memanfaatkan akses pendidikan modern demi masa depan bangsa.

  • Andi Ibo DKKT Tasikmalaya

    Visi Andi Ibo: Penguatan Komunias Seni Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 63
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Musisi seniorAndi Ibo, saat ini sedang mengikuti proses pemilihan Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT) periode 2025–2030. Di usianya yang kini 55 tahun, Andi Ibo menyatakan ingin berkontribusi nyata bagi pengembangan seni di kota kelahirannya setelah bertahun-tahun berkarya di Jakarta. Salah satu poin utama dalam visinya adalah memperjuangkan kesejahteraan seniman, termasuk akses healthcare […]

  • Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal 1447 H

    Sidang Isbat Tetapkan 1 Syawal 1447 H

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA NASIONAL – Akhir penantian umat Muslim akhirnya terjawab. Pemerintah resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diambil setelah hasil pemantauan hilal di seluruh Indonesia menunjukkan hasil yang tak terduga—hilal tidak terlihat sama sekali. Keputusan Sidang Isbat Penetapan tersebut diputuskan dalam […]

  • TPS Liar di Dago Disorot, Wali Kota Bandung Ancam Sanksi Pidana

    TPS Liar di Dago Disorot, Wali Kota Bandung Ancam Sanksi Pidana

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Tumpukan sampah ilegal di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar yang muncul di kawasan Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung. Keberadaan TPS ilegal tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kebersihan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan lingkungan dan warga sekitar. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meninjau langsung lokasi […]

expand_less