Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkab Akhiri Status Tanggap Darurat Banjir Bandang di Sukabumi

Pemkab Akhiri Status Tanggap Darurat Banjir Bandang di Sukabumi

  • account_circle Admin Wartaloka
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

wartaloka.com, PERISTIWA. Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi menghentikan status tanggap darurat banjir setelah serangkaian penanganan cepat dilakukan sejak bencana banjir bandang menerjang wilayah Cisolok pada akhir Oktober 2025. Keputusan ini diambil setelah kondisi dinilai lebih terkendali, meski dampak kerusakan masih luas dan ribuan warga terdampak masih membutuhkan pemulihan jangka panjang.

Awal Kejadian: Banjir Bandang Terjang Cisolok pada 27 Oktober 2025

Banjir bandang menghantam Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Senin, 27 Oktober 2025. Hujan deras dengan intensitas tinggi sejak siang hari menyebabkan debit air sungai naik cepat dan menyeret material lumpur, kayu, serta batu besar. Arus deras merusak sejumlah fasilitas umum dan pemukiman warga.

Salah satu titik paling parah berada di Kampung Cibuntu, di mana sebuah jembatan putus terseret derasnya aliran banjir. Rumah-rumah warga mengalami kerusakan beragam, mulai dari rusak sedang hingga berat. Warga yang terkejut dengan cepatnya aliran air terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi langsung bergerak tidak lama setelah laporan pertama masuk. Evakuasi dilakukan secara manual karena akses jalan menuju beberapa lokasi terdampak terputus. Relawan dan warga setempat turut membantu mengevakuasi lansia, anak-anak, dan korban yang terjebak di rumah masing-masing.

Status Tanggap Darurat Dihentikan: Pemkab Mulai Fokus pada Pemulihan

Setelah tiga hari menjalankan tahap tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi pada Kamis, 30 Oktober 2025, mengumumkan penghentian status tersebut. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi antara Pemkab Sukabumi, BPBD, TNI–Polri, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Menurut keterangan resmi Pemkab Sukabumi, situasi sudah terkendali dan tidak ada lagi potensi banjir susulan dalam waktu dekat. Penanganan beralih dari darurat menjadi tahap pemulihan, yang meliputi perbaikan rumah warga, penyediaan kebutuhan dasar, serta pembenahan infrastruktur yang rusak.

Pemkab juga menegaskan bahwa pendataan kerusakan dan kebutuhan warga terdampak menjadi prioritas utama saat ini. Setelah itu, pemerintah akan mengatur mekanisme bantuan lanjutan, termasuk perbaikan fasilitas umum dan jembatan yang putus.

Namun, meski status tanggap darurat dihentikan, tim tetap bersiaga di sejumlah titik rawan. Pemkab menilai bahwa percepatan pemulihan harus segera dilakukan agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal.

Korban dan Kerusakan: 141 Rumah Rusak, Ribuan Warga Terdampak

Berdasarkan data terbaru BPBD Sukabumi hingga Jumat, 31 Oktober 2025, sebanyak 3.291 jiwa terdampak langsung banjir dan longsor yang terjadi bersamaan di beberapa wilayah. Dari jumlah tersebut, ratusan warga sempat mengungsi karena rumah mereka tak lagi dapat ditempati.

Banjir dan longsor tercatat merusak 141 rumah warga. Rinciannya, puluhan rumah mengalami kerusakan berat akibat diterjang material lumpur dan batu, sementara sisanya mengalami kerusakan sedang dan ringan. Selain itu, sejumlah fasilitas umum seperti jalan desa, jembatan, dan saluran irigasi juga rusak parah.

BPBD melaporkan bahwa longsor turut menutup beberapa ruas jalan penghubung antar-kampung. Hingga akhir Oktober, sebagian besar jalan sudah dapat dilalui setelah dilakukan pembersihan oleh petugas gabungan.

Untuk kebutuhan warga terdampak, pemerintah menyediakan dapur umum, layanan kesehatan darurat, serta bantuan logistik yang mencakup makanan siap saji, air bersih, selimut, dan perlengkapan bayi. Meski begitu, sejumlah warga mengaku masih membutuhkan bantuan tambahan berupa peralatan rumah tangga dan bahan bangunan untuk memperbaiki rumah mereka.

Pemkab Imbau Warga Tetap Waspada

Meski cuaca saat ini cenderung stabil, Pemkab Sukabumi tetap mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan. Wilayah Cisolok dan sekitarnya termasuk daerah rawan bencana hidrometeorologi, terutama saat memasuki puncak musim hujan.

Pemerintah berjanji akan mempercepat pemetaan wilayah rawan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa agar sistem peringatan dini bencana berjalan lebih optimal. Selain itu, edukasi kebencanaan akan kembali digiatkan di lingkungan masyarakat.

Dengan berakhirnya status tanggap darurat, Pemkab Sukabumi berharap proses pemulihan berjalan cepat dan situasi kembali normal. Namun, tantangan terbesar ke depan adalah memastikan perbaikan infrastruktur dan hunian warga terdampak dapat rampung sebelum intensitas hujan meningkat lagi. (AR)

  • Penulis: Admin Wartaloka

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Motor di Cicurug: Detik-Detik Tabrakan Pagi yang Merenggut Nyawa

    Kecelakaan Motor di Cicurug: Detik-Detik Tabrakan Pagi yang Merenggut Nyawa

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Sebuah kecelakaan motor maut terjadi di Jalan Nasional Sukabumi–Bogor, tepatnya di Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Insiden yang berlangsung pada jam rawan lalu lintas pagi hari ini mengakibatkan satu orang penumpang sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian. Lokasi kecelakaan berada di seberang […]

  • Website DPRD Kota Tasikmalaya Disuspend, Akses Informasi Publik Terganggu

    Website DPRD Kota Tasikmalaya Disuspend, Akses Informasi Publik Terganggu

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Wartaloka, Berita Tasikmalaya – Website resmi DPRD Kota Tasikmalaya dengan alamat dprd-tasikmalayakota.go.id sampai pada saat berita ini ditulis, terpantau tidak dapat diakses. Berdasarkan pengecekan pada Jumat (23/01/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, laman tersebut menampilkan keterangan “Website Suspended” disertai pesan bahwa layanan telah dinonaktifkan. Pada layar juga muncul kode 503 Service Unavailable, yang umumnya menandakan gangguan […]

  • truk tabrak gerobak mie ayam di sukabumi

    Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Gerobak Mie Ayam di Sukabumi

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 9
    • 0Komentar

    wartaloka.com, PERISTIWA. Kecelakaan truk di Sukabumi kembali terjadi. Sebuah kendaraan jenis Dum truk bermuatan tanah menabrak lapak pedagang mie di kawasan Leuwigoong, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 14.20 WIB. Insiden itu menyebabkan dua pedagang mie mengalami luka-luka cukup serius. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Beruntung, tidak […]

  • Sopir Angkot Bandung Terima Kompensasi Libur Akhir Tahun.

    Sopir Angkot Bandung Terima Kompensasi Libur Akhir Tahun.

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle KangHasan
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Akhir tahun 2025 terasa berbeda bagi ribuan sopir angkutan kota (angkot) di Kota Bandung. Pada Rabu, 31 Desember 2025, suasana di Sport Jabar, Kota Bandung, dipenuhi senyum dan rasa lega. Hari itu, para sopir angkot menerima kompensasi libur operasional angkot sebesar Rp500.000 untuk dua hari, sebagai bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi […]

  • Relokasi Korban Bencana Pergeseran Tanah Bantargadung Sukabumi Dipersiapkan

    Relokasi Korban Bencana Pergeseran Tanah Bantargadung Sukabumi Dipersiapkan

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai mengakselerasi langkah pemulihan pascabencana Pergeseran Tanah Bantargadung Sukabumi yang menyebabkan kerusakan permukiman warga dan memaksa ratusan masyarakat mengungsi. Setelah status tanggap darurat resmi berakhir pada Selasa (10/03/2026), pemerintah daerah kini mengalihkan fokus penanganan pada tahap pemulihan, terutama melalui program relokasi korban bencana bagi warga yang tinggal di […]

  • Antisipasi Macet Long Weekend, Dishub Bandung Siaga

    Antisipasi Macet Long Weekend, Dishub Bandung Siaga

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung bersiap menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan selama libur panjang 3–5 April 2026 yang bertepatan dengan momen Wafat Isa Almasih. Kondisi ini diprediksi memicu macet long weekend di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan wisata.Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung pun langsung mengambil langkah strategis dengan memperkuat pengawasan lalu lintas di […]

expand_less