Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial » 520 Keluarga Nikmati Akses Listrik Gratis dari Star Energy di Sukabumi–Bogor

520 Keluarga Nikmati Akses Listrik Gratis dari Star Energy di Sukabumi–Bogor

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 320
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA SUKABUMIKomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan kembali ditegaskan oleh Star Energy Geothermal (SEG) melalui operasional PLTP Salak. Sebanyak 520 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor kini merasakan manfaat akses listrik gratis melalui Program Elektrifikasi Berbasis Komunitas yang dijalankan secara bertahap sejak 2018.

Program ini menyasar masyarakat prasejahtera yang sebelumnya belum memiliki KWH meter mandiri. Sebagian warga bahkan selama bertahun-tahun hanya bergantung pada sambungan listrik tetangga atau belum menikmati penerangan layak. Hadirnya pemasangan listrik gratis dari SEG ini menjadi titik balik penting bagi kualitas hidup mereka.


Menjangkau Wilayah Terpencil di Kaki Gunung Salak

Pelaksanaan program ini difokuskan di wilayah sekitar operasional PLTP Salak, termasuk Kecamatan Kabandungan di Kabupaten Sukabumi dan Kecamatan Pamijahan di Kabupaten Bogor.

Pada tahap awal tahun 2018, sebanyak 115 KK di Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, menjadi penerima manfaat pertama. Program ini terus berlanjut hingga 2025 dengan rincian sebagai berikut:

  • 2023: 123 KK di Desa Cihamerang dan Desa Mekarjaya (Sukabumi).
  • 2024: 141 KK di Kabandungan (Sukabumi) dan Desa Cibunian (Pamijahan, Bogor).
  • 2025: 141 KK di Desa Ciasmara (Pamijahan) dan Desa Pulosari (Kabandungan).

Total 520 keluarga kini menikmati akses listrik gratis secara legal dan mandiri melalui pemasangan KWH tanpa biaya awal.

Kepala Desa Pulosari, Dirja Miharja, menyebut biaya pemasangan KWH kerap menjadi hambatan utama bagi warga kurang mampu. Dengan adanya program ini, beban tersebut sepenuhnya ditanggung perusahaan.

“Warga kami sekarang sudah memiliki listrik sendiri tanpa harus memikirkan biaya awal pemasangan. Ini sangat membantu,” ujarnya.


Akses Listrik Gratis sebagai Investasi Sosial

Head of Social Investment, Policy, and Corporate Communication SEG, Laksmi Prasvita, menegaskan bahwa program listrik gratis bukan sekadar bantuan teknis, melainkan bagian dari investasi sosial jangka panjang.

Menurutnya, listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi membuka akses terhadap pendidikan, peningkatan produktivitas rumah tangga, hingga peluang usaha baru.

“Dengan listrik mandiri, anak-anak bisa belajar lebih optimal, pelaku UMKM dapat memperpanjang jam produksi, dan kualitas hidup warga meningkat secara signifikan,” jelasnya.

Program akses listrik gratis ini sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab sosial perusahaan di wilayah sekitar operasional panas bumi.


Dampak Sosial Meluas: Pendidikan hingga Ekonomi Desa

Tak berhenti pada penyediaan akses listrik gratis, sepanjang 2025 Star Energy Geothermal (SEG) juga mencatat 953 individu dan 19 institusi menerima manfaat dari berbagai program pemberdayaan.

Beberapa di antaranya meliputi:

1. Pendidikan

Pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu serta pelatihan bagi guru dan siswa melalui program Sahabat Budaya.

2. Penguatan Ekonomi

Pendampingan UMKM, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pemeriksaan kesehatan keluarga.

3. Lingkungan Berkelanjutan

Pelatihan budidaya Ikan Torsoro (ikan dewa) serta peningkatan kapasitas pengurus bank sampah.

Kombinasi antara akses listrik gratis dan program pemberdayaan ini menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap kesejahteraan masyarakat desa.


Selaras dengan SDGs dan Energi Bersih Nasional

Sebagai perusahaan panas bumi, Star Energy Geothermal beroperasi memanfaatkan energi terbarukan dari kawasan Gunung Salak. Langkah menghadirkan akses listrik gratis bagi warga sekitar dinilai selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau.

Di tengah agenda transisi energi nasional, program ini menunjukkan bahwa energi panas bumi tidak hanya menopang pasokan listrik nasional, tetapi juga memberi dampak langsung kepada masyarakat sekitar wilayah operasi.

Dengan semakin luasnya jangkauan akses listrik gratis, harapannya kesenjangan energi di wilayah terpencil dapat ditekan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa.


Menerangi Harapan di Kaki Gunung

Program akses listrik gratis yang dijalankan SEG membuktikan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan dapat berjalan seiring dengan operasional bisnis. Dari penerangan rumah sederhana hingga penguatan ekonomi desa, energi panas bumi kini benar-benar menjadi energi harapan.

Ke depan, keberlanjutan program ini akan menjadi indikator sejauh mana sektor energi terbarukan mampu menghadirkan dampak sosial nyata, bukan sekadar kontribusi pada bauran energi nasional. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Kian Terhimpit

    Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Kian Terhimpit

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Kenaikan harga kedelai impor akibat melemahnya rupiah membuat perajin tempe semakin terhimpit.

  • Defisit Anggaran APBD Jabar Awal 2026, Tunggakan Proyek Capai ratusan Miliar

    Defisit Anggaran APBD Jabar Awal 2026, Tunggakan Proyek Capai ratusan Miliar

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengawali Tahun Anggaran 2026 dengan tekanan fiskal yang cukup berat. Kewajiban melunasi tunggakan pembayaran sejumlah proyek pembangunan tahun 2025 senilai Rp621 miliar menjadi beban awal yang langsung menggerus ruang fiskal daerah dan tantangan serius dalam pengelolaan APBD 2026. Kondisi ini diakui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam […]

  • Relokasi PKL Teras Cihampelas Perlu Kajian Dampak Risiko Sosial

    Relokasi PKL Teras Cihampelas Perlu Kajian Dampak Risiko Sosial

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Rencana Pemerintah Kota Bandung untuk merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Teras Cihampelas kembali menuai sorotan. Pengamat Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad), Yogi Suprayogi Sugandi, menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan persoalan baru, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun ketertiban kota. Menurut Yogi, relokasi PKL memang […]

  • OTT UNSOED: Sebuah Ironi Perguruan Tinggi di Negeri Ini

    OTT UNSOED: Sebuah Ironi Perguruan Tinggi di Negeri Ini

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 76
    • 0Komentar

    OTT UNSOED menjadi ironi di tengah perjuangan mahasiswa mengakses pendidikan dan tuntutan menjaga integritas perguruan tinggi.

  • Harga Pertamax Naik, Pengguna Kendaraan Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

    Harga Pertamax Naik, Pengguna Kendaraan Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter. Pengguna kendaraan harus menambah biaya hingga Rp158 ribu untuk sekali pengisian penuh 40 liter.

  • Nilai Bermasalah Triliunan, Indikasi di Bank Plat Merah Pemprov Jabar

    Nilai Bermasalah Triliunan, Indikasi di Bank Plat Merah Pemprov Jabar

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Sorotan terhadap tata kelola Bank Plat Merah Jawa Barat menguat setelah muncul sejumlah temuan terkait potensi risiko keuangan bernilai triliunan rupiah.

expand_less