Tumpukan Sampah Pasar Cikurubuk Mulai Dibersihkan DLH Kota Tasikmalaya
- account_circle KangHasan
- calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Penanganan tumpukan sampah yang sempat memicu keluhan warga di sejumlah titik Kota Tasikmalaya mulai menunjukkan perkembangan. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan, yakni kawasan Pasar Cikurubuk, kini mulai dibersihkan oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya.
Sebelumnya, kondisi penumpukan sampah di kawasan tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat karena sebagian badan jalan tertutup material sampah disertai bau menyengat.
Situasi tersebut memicu kritik dari warga, pedagang, hingga pengguna jalan karena penanganan dinilai berjalan lambat.
Penanganan Bertahap Setelah Fokus di Titik Lain
DLH Kota Tasikmalaya menjelaskan proses penanganan dilakukan secara bertahap karena sebelumnya tim lebih dulu difokuskan untuk menangani persoalan serupa di lokasi lain.
Setelah penumpukan di kawasan Dadaha mulai terkendali, petugas kemudian mengalihkan fokus ke Pasar Cikurubuk yang dinilai memiliki volume sampah lebih besar.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Fery Arif Maulana, mengatakan petugas harus bekerja ekstra untuk mengejar penanganan sampah yang sempat menumpuk cukup parah.
Menurutnya, proses pembersihan dilakukan hingga malam hari agar akses jalan yang sempat terganggu dapat kembali normal secepat mungkin.
Alat Berat dan Dump Truck Dikerahkan
Karena volume sampah dinilai sudah terlalu padat, DLH menurunkan alat berat untuk mempercepat proses pemindahan ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Dalam penanganan di kawasan sampah Pasar Cikurubuk, satu unit alat berat bersama armada dump truck dikerahkan untuk mempercepat pengangkutan.
Penggunaan alat berat dianggap diperlukan mengingat kondisi tumpukan yang sudah tidak memungkinkan ditangani hanya dengan metode biasa.
Langkah ini dilakukan agar proses evakuasi sampah lebih efisien dan dampak terhadap aktivitas publik bisa segera dikurangi.
DLH Akui Kendala Armada
Di tengah upaya percepatan penanganan, DLH juga mengakui keterbatasan armada operasional masih menjadi tantangan utama.
Jumlah kendaraan pengangkut yang tersedia saat ini disebut belum ideal jika dibandingkan dengan kebutuhan pelayanan kebersihan di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya.
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab keterlambatan penanganan ketika terjadi lonjakan volume sampah secara bersamaan di beberapa titik.
Persoalan fasilitas pendukung ini sebelumnya juga sempat menjadi perhatian publik menyusul munculnya penumpukan di sejumlah area.
Warga Diminta Mulai Pilah Sampah
Selain fokus pada pengangkutan, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam mengurangi beban pengelolaan sampah.
DLH mendorong warga maupun pedagang agar tidak seluruh sampah dibuang langsung ke TPA tanpa proses pemilahan.
Pemanfaatan bank sampah, fasilitas TPS3R, serta pengelolaan residu dinilai perlu diperkuat agar volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan.
Menurut DLH, pengelolaan sampah yang efektif tidak hanya bergantung pada armada pengangkut, tetapi juga kesadaran masyarakat di tingkat hulu.
Jika pola pengelolaan tidak dibenahi secara menyeluruh, persoalan serupa dikhawatirkan berpotensi kembali terulang. (kh)
- Penulis: KangHasan
