Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berita Nasional » “Saya Siap Mati, Saya Mau Buka Semua”, Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator dalam Kasus MBG

“Saya Siap Mati, Saya Mau Buka Semua”, Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator dalam Kasus MBG

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • visibility 224
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA NASIONAL – Permohonan status Justice Collaborator (JC) yang diajukan Sony Sonjaya dalam perkara yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian publik setelah kuasa hukumnya, Elza Syarief, mengungkap sejumlah pernyataan yang disebut disampaikan kliennya.

Menurut Elza Syarief, Sony Sonjaya sempat menyampaikan keinginannya untuk membuka informasi yang diketahuinya terkait perkara yang sedang ditangani aparat penegak hukum.

“Saya siap mati. Sebetulnya saya mau buka semua. Saya pesan, titip anak dan istri saya,” kata Elza Syarief menirukan pernyataan yang disebut pernah disampaikan kliennya.

Pernyataan tersebut disampaikan Elza saat menjelaskan alasan di balik pengajuan permohonan Justice Collaborator kepada pihak berwenang.

Sony Sonjaya Disebut Siap Membuka Informasi yang Diketahui

Menurut Elza, kliennya mengaku tidak terlibat dalam praktik jual beli titik yang ramai diperbincangkan. Namun, Sony Sonjaya disebut memiliki informasi penting yang dapat membantu mengungkap rangkaian peristiwa yang sedang diselidiki.

Elza menyatakan Sony mengetahui sejumlah pihak yang disebut mendapatkan perhatian dalam proses pengelolaan titik dapur MBG karena dirinya terlibat dalam pengembangan sistem digital yang digunakan.

“Dia bilang, kalau soal jual beli titik saya tidak lakukan itu, tapi saya bisa memberikan nama-nama yang diberikan atensi. Dari nama-nama itu harusnya bisa diketahui karena saya yang membuat sistem digitalnya,” ujar Elza.

Meski demikian, seluruh keterangan tersebut masih merupakan pernyataan dari pihak kuasa hukum dan belum dapat dianggap sebagai fakta hukum sebelum diuji dalam proses penyidikan maupun persidangan.

Data dan Percakapan Disebut Tersimpan di Ponsel yang Disita

Elza Syarief juga mengungkapkan bahwa terdapat data penting yang menurutnya tersimpan dalam telepon genggam milik Sony Sonjaya yang telah disita oleh penyidik Kejaksaan.

Menurut Elza, data tersebut berisi nama-nama dan percakapan yang berkaitan dengan permintaan titik dapur program Makan Bergizi Gratis.

“Nah, salah satu datanya ada di handphone yang disita oleh Kejaksaan. Saya bilang kepada jaksa penyidik, tolong data itu jangan dihilangkan karena ada nama-nama dan chat orang yang berbicara dengan Pak Sony untuk meminta titik dapur MBG. Satu yayasan itu bisa sampai sepuluh dapur,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh data yang berada dalam perangkat tersebut tetap terjaga dan dapat menjadi bagian dari proses pembuktian apabila diperlukan dalam penyidikan.

Permohonan Justice Collaborator Diajukan ke Jaksa Agung dan Jampidsus

Dalam kesempatan yang sama, Elza menyebut pihaknya telah mengajukan permohonan Justice Collaborator kepada Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Selain itu, surat permohonan perlindungan juga telah dikirimkan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Senin kemarin, permohonan Justice Collaborator sudah saya sampaikan kepada Jaksa Agung dan Jampidsus. Kemudian surat untuk LPSK juga sudah kami kirimkan,” kata Elza.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya hukum yang ditempuh kliennya dalam perkara yang sedang berjalan.

Apa Itu Justice Collaborator?

Justice Collaborator merupakan status yang dapat diberikan kepada pelaku tindak pidana tertentu yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk membantu mengungkap perkara yang lebih besar.

Melalui mekanisme tersebut, seseorang dapat memberikan informasi, keterangan, maupun bukti yang dianggap penting dalam mengungkap pihak-pihak lain yang memiliki peran lebih dominan dalam suatu perkara.

Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi terkait diterima atau tidaknya permohonan Justice Collaborator yang diajukan oleh Sony Sonjaya.

Proses hukum masih berjalan dan seluruh informasi yang muncul tetap harus menunggu pembuktian lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (kh) 

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Pertamax Naik, Pengguna Kendaraan Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

    Harga Pertamax Naik, Pengguna Kendaraan Harus Rogoh Kocek Lebih Dalam

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter. Pengguna kendaraan harus menambah biaya hingga Rp158 ribu untuk sekali pengisian penuh 40 liter.

  • Aset Pemkot Sukabumi yang Baru pun Tak Terlacak

    Aset Pemkot Sukabumi yang Relatif Baru, Ikut Tak Terlacak

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 246
    • 0Komentar

    wartaloka.com, KUPAS. Persoalan ratusan aset Pemkot Sukabumi yang tidak diketahui keberadaannya ternyata tidak berhenti pada barang lama. Data auditor negara menunjukkan, di antara 351 unit aset yang keberadaannya belum dapat diyakini, terdapat perangkat kerja yang relatif baru, termasuk yang diperoleh dalam beberapa tahun terakhir. Temuan ini penting karena mematahkan anggapan bahwa ketidakjelasan aset semata-mata disebabkan […]

  • Pemkot Bandung Gas Pol Tangani Sampah, Ajak Warga Bergerak

    Pemkot Bandung Gas Pol Tangani Sampah, Ajak Warga Bergerak

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung mulai mengirim pesan yang lebih tegas kepada warganya: persoalan sampah tidak bisa lagi diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Dengan produksi sampah harian yang menembus angka 1.500 ton, Bandung kini berada di persimpangan antara perubahan sistem pengelolaan atau risiko lingkungan yang semakin besar. Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun Instagram […]

  • Serapan APBD Tertinggi Nasional, Dedi Mulyadi Dorong Pembangunan Jawa Barat Lebih Terasa

    Serapan APBD Tertinggi Nasional, Dedi Mulyadi Dorong Pembangunan Jawa Barat Lebih Terasa

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA JABAR – “Pamaréntah kudu bisa dipeunteun ku rahayat, lain ukur ku angka tapi ku mangpaatna.”Pepatah Sunda itu mengandung pesan kuat: pembangunan harus terus didorong, namun tetap diawasi agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Semangat inilah yang mengiringi capaian Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pengelolaan anggaran tahun 2025. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatatkan kinerja […]

  • Kemandirian Warga di Cisolok: Saat Penyintas Bergerak Tanpa Menunggu Negara

    Kemandirian Warga di Cisolok: Saat Penyintas Bergerak Tanpa Menunggu Negara

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Kemandirian warga di Dusun Citiis, Desa Gunung Karamat, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada akhirnya menjadi cermin reflektif bagi para pemangku kebijakan. Bukan sekadar tentang absennya bantuan, tetapi tentang kecepatan respons dan keberpihakan nyata terhadap masyarakat terdampak bencana. Di bawah terik matahari cucuran keringat warga, suara cangkul dan sekop beradu dengan tanah […]

  • psm-vs-persib-bojan-hodak-barba-absen-berita-olahraga-wartaloka

    PERSIB Krisis Jelang Duel Kontra PSM, Tiga Sosok Penting Harus Absen

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 215
    • 0Komentar

    PERSIB Bandung dipastikan tanpa Bojan Hodak, Federico Barba, dan Luciano Guaycochea saat duel PSM Makassar Vs Persib Bandung di pekan ke-33 Super League.

expand_less