Galeri Rasulullah Al Jabbar, Wisata Religi Gratis Menyusuri Jejak Nabi
- account_circle KangHasan
- calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA BANDUNG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, kerinduan umat Islam untuk lebih dekat dengan Rasulullah SAW semakin terasa. Bukan hanya melalui ibadah, tetapi juga dengan mengenal lebih dalam perjalanan hidup Sang Nabi sebagai teladan umat sepanjang zaman. Di Kota Bandung, kerinduan itu dapat terjawab melalui Galeri Rasulullah SAW yang berada di kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage.
Galeri Rasulullah menjadi destinasi wisata religi edukatif yang terbuka untuk masyarakat luas dan dapat dikunjungi secara gratis tanpa tiket masuk. Meski demikian, pengunjung perlu melakukan registrasi terlebih dahulu melalui aplikasi Sapawarga untuk menentukan jadwal kunjungan. Sistem ini diterapkan agar pengalaman berkunjung tetap nyaman dan tertata.
Berada di lantai bawah Masjid Raya Al Jabbar, galeri ini menyajikan kisah hidup Nabi Muhammad SAW dengan pendekatan teknologi modern dan visual interaktif. Suasana ruang pamer yang tenang, cahaya yang tertata, serta alur cerita yang runtut membuat pengunjung seolah diajak menyusuri jejak sejarah Islam dengan penuh kekhusyukan.
Menyusuri Sejarah Nabi dari Pra-Kenabian hingga Madinah
Di dalam Galeri Rasulullah, terdapat beberapa zona utama yang dirancang ramah untuk semua usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Zona Pra-Kenabian menjadi pintu awal perjalanan, memperkenalkan kondisi Makkah sebelum datangnya Islam, kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW, Gua Hira, hingga sejarah Kabah.
Berlanjut ke Zona Kenabian, pengunjung diajak memahami fase awal dakwah Rasulullah SAW, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terbuka. Zona ini juga menampilkan peristiwa penting seperti Isra Mi’raj dan Perang Badar, yang disajikan dengan visual yang mendalam dan mudah dipahami.
Sementara itu, Zona Madinah mengulas masa hijrah dan perkembangan Islam sebagai tatanan sosial. Di zona ini, pengunjung dapat mempelajari Piagam Madinah serta kisah persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Ansar yang sarat nilai persatuan dan toleransi.
Jejak Islam Nusantara dan Pesan Toleransi
Keistimewaan Galeri Rasulullah semakin terasa pada Zona Akhir dan Nusantara. Zona ini menyajikan perjalanan penyebaran Islam di Jawa Barat dan Nusantara, peran tokoh-tokoh Islam Sunda, serta proses akulturasi Islam dengan budaya lokal yang damai dan bijaksana.
Didukung teknologi seperti video mapping, diorama, layar interaktif, dan animasi visual, pengunjung tidak hanya membaca sejarah, tetapi juga merasakannya. Replika benda-benda bersejarah, seperti gua dan tempat peristirahatan Nabi, turut memperkuat pengalaman spiritual dan edukatif.
Momentum Ramadhan, Menumbuhkan Cinta kepada Rasulullah
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menumbuhkan kembali rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Mengunjungi Galeri Rasulullah bukan sekadar wisata, tetapi sebuah perjalanan hati—mengajak kita merenungi perjuangan Nabi, meneladani akhlaknya, dan menguatkan iman.
Bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya, Galeri Rasulullah di Masjid Raya Al Jabbar menjadi pilihan tepat untuk mengisi Ramadhan dengan kegiatan yang bermakna, mendidik, dan penuh ketenangan spiritual. (KH)
- Penulis: KangHasan
