Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemkot Bandung Serius Bangun Ketahanan Mental Pelajar, Sekolah Tak Lagi Sekadar Tempat Belajar

Pemkot Bandung Serius Bangun Ketahanan Mental Pelajar, Sekolah Tak Lagi Sekadar Tempat Belajar

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 223
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA BANDUNGPemerintah Kota Bandung semakin menegaskan komitmennya dalam membangun ketahanan mental dan karakter pelajar. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik), Pemkot mendorong penguatan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar penanganan persoalan psikologis anak dilakukan secara menyeluruh, tidak parsial, dan berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, yang menilai bahwa kesehatan mental anak sama pentingnya dengan capaian akademik. Sekolah, menurutnya, tidak boleh dipersempit hanya sebagai ruang transfer ilmu, tetapi juga sebagai lingkungan aman untuk pembentukan karakter dan penguatan mental peserta didik, terutama pada jenjang TK, SD, hingga SMP.

Pemkot menilai fase usia tersebut sebagai periode krusial yang akan menentukan arah perkembangan anak, baik secara emosional, sosial, maupun psikologis.

Program Karakter dan Bela Negara Jadi Fondasi Awal

Kepala Disdik Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menjelaskan bahwa upaya penguatan kesehatan mental siswa sejatinya telah dimulai sejak 2025. Salah satu program utama yang dijalankan adalah penguatan karakter berbasis bela negara dengan melibatkan unsur TNI dan Polri.

Program ini dirancang untuk membentuk pola pikir positif, menanamkan nilai kemandirian dan tanggung jawab, serta meningkatkan daya tahan mental siswa agar tidak mudah terpengaruh tekanan, provokasi, maupun intimidasi di lingkungan sosial mereka.

“Tahun lalu kami prioritaskan untuk siswa kelas 9 SMP karena mereka berada di fase paling rentan. Program ini bertujuan membangun ketahanan mental agar anak-anak tidak mudah goyah,” ujar Asep, Jumat, 6 Februari 2026.

Disdik menilai pendekatan karakter ini penting sebagai pondasi awal sebelum intervensi lanjutan dilakukan melalui layanan psikologis yang lebih spesifik.

Kolaborasi OPD, Pendekatan Menyeluruh

Dalam implementasinya, Disdik Kota Bandung tidak bekerja sendiri. Sejumlah OPD dilibatkan untuk memastikan penanganan kesehatan mental anak berjalan komprehensif. Di antaranya Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta Dinas Sosial (Dinsos).

Kolaborasi ini mencerminkan kesadaran dari Pemerintah Kota Bandung bahwa persoalan kesehatan mental anak berkaitan erat dengan faktor kesehatan, perlindungan, hingga kondisi sosial keluarga dan lingkungan sekitar.

“Masalah kesehatan mental tidak bisa ditangani satu sektor saja. Harus kolaboratif, karena menyentuh banyak aspek kehidupan anak,” tegas Asep.

Guru BK Diperkuat, Deteksi Dini Jadi Kunci

Selain program karakter, Disdik Kota Bandung juga memperkuat peran guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai garda terdepan deteksi dini persoalan psikologis siswa. Seluruh guru BK se-Kota Bandung direncanakan mengikuti pelatihan khusus dengan melibatkan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).

Melalui pelatihan ini, guru BK diharapkan mampu mengenali perubahan perilaku, pola pikir, serta potensi risiko kesehatan mental pada siswa sejak tahap awal.

“Usia SMP sangat rentan. Tergantung bagaimana kita mengarahkan dan mengisi pola pikir mereka. Guru BK harus punya kapasitas lebih untuk membaca tanda-tandanya,” ujar Asep.

Pendampingan hingga Rujukan Khusus

Di luar peran guru BK, Disdik juga mengandalkan tenaga psikolog untuk melakukan asesmen mendalam terhadap siswa yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar penentuan langkah lanjutan, mulai dari pendampingan intensif di sekolah hingga rujukan ke layanan pendidikan atau kesehatan yang lebih sesuai.

Bagi siswa yang masih memungkinkan mengikuti pembelajaran reguler, pendampingan akan dilakukan secara khusus. Sementara siswa dengan kemampuan jauh di bawah rata-rata akan dikoordinasikan dengan orang tua untuk kemungkinan rujukan ke sekolah luar biasa (SLB).

Mengacu pada data Dapodik, terdapat ribuan peserta didik penyandang disabilitas di Kota Bandung yang kini menjadi fokus perhatian Disdik, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Pemkot Bandung menegaskan bahwa upaya ini merupakan investasi jangka panjang demi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan emosional. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bayar Pajak Kini Makin Mudah, Bapenda Sukabumi Hadirkan Layanan Digital dan Hadiah Umroh

    Bayar Pajak Kini Makin Mudah, Bapenda Sukabumi Hadirkan Layanan Digital dan Hadiah Umroh

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Pajak yang dibayarkan masyarakat kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah, sejatinya kembali lagi untuk kepentingan publik. Mulai dari pembangunan infrastruktur, layanan pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial. Di Kabupaten Sukabumi, peran pajak menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya terdapat lima manfaat utama […]

  • Memaknai Peringatan Hari Kartini ke-147

    Memaknai Peringatan Hari Kartini ke-147

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Hari Kartini ke-147 menjadi momentum Gen Z memaknai emansipasi di era digital.

  • Dinas PU Kabupaten Sukabumi Evaluasi Program 2025, Fokus Infrastruktur 2026

    Dinas PU Kabupaten Sukabumi Evaluasi Program 2025, Fokus Infrastruktur 2026

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi menggelar rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan tahun 2025 sekaligus menyusun rencana program kerja untuk tahun anggaran 2026. Rapat tersebut dilaksanakan pada Rabu, 25 Desember 2025, bertempat di Kantor Dinas PU Kabupaten Sukabumi, dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas PU, Uus Pirdaus. Rapat evaluasi ini menjadi momentum […]

  • Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Bertambah, 53 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Hari Kelima

    Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Bertambah, 53 Kantong Jenazah Dievakuasi hingga Hari Kelima

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Operasi pencarian korban Longsor Cisarua Bandung Barat terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga hari kelima pencarian, Rabu (28/1/2026) pukul 16.00 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 53 kantong jenazah dari lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Meski demikian, sebanyak 27 korban lainnya masih dinyatakan hilang dan terus […]

  • L68T Haram dan Dosa Besar dalam Perspektif Syariah Islam

    L68T Haram dan Dosa Besar dalam Perspektif Syariah Islam

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 107
    • 0Komentar

    LGBT dalam perspektif syariah Islam dipandang haram. Simak perdebatan agama, HAM, kesehatan, dan pandangan Islam tentang LGBT.

  • Ranking 2, Tapi Mengemis di Malam Hari?

    Ranking 2, Tapi Mengemis di Malam Hari?

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Malam di pusat Kota Tasikmalaya tak pernah benar-benar sepi. Lampu rumah makan menyala terang, bahkan sebuah Masjid yang berdiri megah disana masih belum surut kegiatannya setelah Sholat Tarawih malam itu. Namun di antara gemerlap dan riuh rendah kesibukan itu, berdiri seorang anak perempuan berhijab. Namanya Nisa. Siang hari ia duduk di […]

expand_less