Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Proyek Irigasi Cikalang Disorot, Profesionalitas Kontraktor BUMN Dipertanyakan

Proyek Irigasi Cikalang Disorot, Profesionalitas Kontraktor BUMN Dipertanyakan

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 222
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, BERITA TASIKMALAYAWakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Kang Wahid, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek irigasi Cikalang setelah menerima berbagai aduan dari Forum Masyarakat Peduli Cikalang.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi pekerjaan di lapangan sekaligus menampung aspirasi masyarakat yang menilai pelaksanaan proyek belum berjalan sebagaimana mestinya.

Dalam sidak tersebut, Kang Wahid meninjau kondisi saluran irigasi dari bagian hulu hingga hilir guna memastikan hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan.


Hasil Pekerjaan Dinilai Belum Optimal

Perwakilan Forum Masyarakat Peduli Cikalang, Heri Ferianto, menyampaikan bahwa hingga saat ini hasil dari proyek irigasi Cikalang belum memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, meskipun proyek tersebut telah mendapat dua kali perpanjangan waktu pengerjaan, fungsi saluran irigasi masih belum berjalan dengan baik.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah pekerjaan elevasi saluran yang diduga tidak dikerjakan secara tepat sehingga air belum dapat mengalir secara normal.

Padahal, menurut pihak pelaksana, progres volume pekerjaan disebut telah selesai.


Temuan Kejanggalan di Lapangan

Dalam peninjauan di kawasan BCKL Blok Gabug, Kang Wahid menemukan kondisi yang tidak lazim dimana air yang seharusnya mengalir ke hilir justru berbalik arah menuju hulu.

Temuan tersebut mengindikasikan adanya persoalan pada kemiringan atau elevasi saluran dalam proyek irigasi Cikalang.

Selain itu, pada bagian hilir yang dikerjakan oleh PSDA Citanduy UPTD Provinsi Jawa Barat, posisi elevasinya diketahui justru lebih tinggi.

Kondisi ini membuat aliran air tidak dapat mengalir secara normal sehingga fungsi irigasi belum berjalan optimal.


Profesionalitas Pelaksana Proyek Dipertanyakan

Sorotan masyarakat semakin menguat karena proyek tersebut dikerjakan oleh perusahaan BUMN besar, yaitu PT Hutama Karya (Persero).

Sebagai perusahaan milik negara yang sering menangani berbagai proyek strategis nasional, publik menilai standar profesionalitas seharusnya dapat terlihat jelas dalam pelaksanaan pekerjaan.

Namun sejumlah temuan di lapangan dalam proyek irigasi Cikalang justru memunculkan pertanyaan terkait kualitas pelaksanaan proyek tersebut.

Beberapa waktu lalu bahkan sempat beredar di media sosial dugaan bahwa pekerjaan proyek dilaksanakan tanpa gambar teknis yang jelas.


Sistem Pengawasan Ikut Dipertanyakan

Selain pelaksana proyek, sistem pengawasan juga menjadi perhatian.

Konsultan supervisi diketahui baru mulai berkontrak sekitar satu bulan setelah pekerjaan berjalan.

Artinya, pada fase awal pekerjaan proyek irigasi Cikalang, kegiatan konstruksi berlangsung tanpa pengawasan resmi.

Pengawasan proyek sendiri berada di bawah PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), yang juga merupakan perusahaan BUMN.

Keterlambatan pengawasan tersebut dinilai berpotensi mempengaruhi kualitas pekerjaan di lapangan.


Warga Keluhkan Upah dan Kerugian

Persoalan proyek ini juga berdampak pada masyarakat sekitar.

Sejumlah warga yang ikut bekerja di proyek tersebut mengaku hingga saat ini belum menerima pembayaran upah.

Selain itu terdapat laporan mengenai jasa dan material yang belum dibayarkan serta aset warga yang rusak akibat aktivitas proyek namun belum mendapatkan ganti rugi.


Warga Segel Lokasi Proyek

Sebagai bentuk kekecewaan, warga akhirnya melakukan penyegelan di lokasi proyek irigasi Cikalang.

Mereka memasang spanduk di area proyek dengan tulisan:

“Proyek Bermasalah Disegel Warga, Kontrak Bermasalah, Pekerjaan Buruk dan Upah Tidak Dibayar.”

Aksi tersebut menjadi bentuk protes masyarakat terhadap pelaksanaan proyek yang dinilai belum memberikan manfaat nyata.


DPRD Akan Bahas dan Dorong Evaluasi

Menanggapi berbagai temuan tersebut, Kang Wahid menyatakan akan membawa persoalan proyek irigasi Cikalang ke pembahasan bersama Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya.

Ia juga membuka kemungkinan agar persoalan ini disampaikan ke pemerintah pusat karena proyek tersebut menggunakan anggaran APBN sebesar Rp5,6 miliar melalui program penugasan khusus Instruksi Presiden Tahap III Tahun 2025.

Menurutnya, proyek yang dibiayai oleh anggaran negara seharusnya dikerjakan secara profesional dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (KH)

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sabu di Lapas Banceuy Digagalkan, Wanita Hamil Nekat Jadi Kurir

    Sabu di Lapas Banceuy Digagalkan, Wanita Hamil Nekat Jadi Kurir

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Upaya penyelundupan sabu di Lapas Banceuy, Kota Bandung, kembali terbongkar. Kali ini, petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy mengamankan seorang wanita hamil yang nekat membawa narkotika jenis sabu dan obat keras saat hendak menjenguk warga binaan. Peristiwa tersebut terjadi pada pekan ini, saat pelaku datang ke area kunjungan lapas. Sejak awal, petugas […]

  • swakka sawala wartawan dan konten kreator aspiratif

    SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 233
    • 0Komentar

    wartaloka.com, EDITORIAL. Sebuah komunitas baru bernama SWAKKA disepakati untuk berdiri oleh perwakilan sejumlah media di wilayah Priangan Timur. Kesepakatan tersebut lahir setelah diskusi panjang selama hampir empat jam, Rabu (5/11/2025), di Kota Tasikmalaya. SWAKKA merupakan singkatan dari Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif. Kata Sawala diambil dari bahasa Sunda yang berarti musyawarah atau ruang bertukar […]

  • Viral di Tasikmalaya, Dugaan Penganiayaan Mantan ART Berawal dari Tuduhan Pencurian Rp900 Ribu

    Viral di Tasikmalaya, Dugaan Penganiayaan Mantan ART Berawal dari Tuduhan Pencurian Rp900 Ribu

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Viral di Tasikmalaya, mantan ART diduga mengalami penganiayaan usai dituduh mencuri uang Rp900 ribu.

  • Kampung Melon Sukabumi, Wisata Edukatif Favorit Keluarga

    Kampung Melon Sukabumi, Wisata Edukatif Favorit Keluarga

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI. Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) tak melulu harus dihabiskan di pusat perbelanjaan. Di Kabupaten Sukabumi, Kampung Melon Sukabumi hadir sebagai alternatif wisata keluarga yang edukatif, dekat dari pusat kota, dan ramah anak. “Teu kudu jauh-jauh ka luar kota pikeun liburan nu merenah jeung mangpaat,” begitu kesan yang terasa saat pertama […]

  • Kunjungan Nataru Lampaui Prediksi, Pariwisata Bandung Tunjukkan Tren Positif

    Kunjungan Nataru Lampaui Prediksi, Pariwisata Bandung Tunjukkan Tren Positif

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BANDUNG – Alhamdulillah, libur Nataru di Kota Bandung lumangsung aman, tertib, jeung masarakat tiasa wisata kalayan raoseun,” ungkapan syukur itu mencerminkan kondisi pariwisata Kota Bandung selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Jumlah kunjungan wisatawan tercatat melampaui prediksi awal dan memberi sinyal positif bagi pencapaian target wisata Bandung ke depan. Kepala Dinas […]

  • OTT UNSOED: Sebuah Ironi Perguruan Tinggi di Negeri Ini

    OTT UNSOED: Sebuah Ironi Perguruan Tinggi di Negeri Ini

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 76
    • 0Komentar

    OTT UNSOED menjadi ironi di tengah perjuangan mahasiswa mengakses pendidikan dan tuntutan menjaga integritas perguruan tinggi.

expand_less