Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Krisis Mental Generasi Muda: Buah Pahit Sekularisme di Era Digital

Krisis Mental Generasi Muda: Buah Pahit Sekularisme di Era Digital

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
  • visibility 352
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINI – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang disebut-sebut mampu memudahkan kehidupan manusia, generasi muda justru menghadapi persoalan yang semakin mengkhawatirkan. Krisis mental generasi muda kini menjadi fenomena yang sulit diabaikan. Kecemasan, depresi, krisis identitas, hingga kehilangan arah hidup semakin banyak dialami oleh remaja di berbagai kalangan.

Ironisnya, kondisi tersebut terjadi ketika akses terhadap informasi, pendidikan, dan hiburan berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kemajuan teknologi yang diharapkan membawa manfaat besar ternyata tidak otomatis menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan bagi generasi muda.

Kesehatan Mental Remaja Kian Mengkhawatirkan

Alarm mengenai kesehatan mental remaja kembali berbunyi. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 34,9 persen remaja berada dalam kelompok berisiko mengalami masalah kesehatan mental. Sementara itu, sekitar 5 persen anak dan remaja telah menunjukkan gejala gangguan jiwa, terutama kecemasan dan depresi.

Fenomena tersebut bahkan disebut sebagai “badai senyap” yang mengancam masa depan generasi muda Indonesia. Pada saat yang sama, pemerintah mulai mengambil langkah pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran mengenai dampak dunia digital terhadap perkembangan anak dan remaja.

Meningkatnya kasus depresi remaja, gangguan kecemasan, serta berbagai persoalan psikologis lainnya menunjukkan bahwa masalah ini tidak bisa dipandang sebagai persoalan individual semata. Ada faktor yang lebih besar yang ikut membentuk kondisi tersebut.

Krisis Mental Generasi Muda Bukan Sekadar Persoalan Psikologis

Banyak pihak mengaitkan menurunnya kesehatan mental remaja dengan kurangnya pengawasan orang tua atau lemahnya pendidikan karakter. Meski faktor-faktor tersebut memiliki pengaruh, persoalan yang terjadi sesungguhnya jauh lebih kompleks.

Keluarga memang merupakan madrasah pertama bagi anak. Namun keluarga tidak hidup dalam ruang yang terpisah dari lingkungan sosial. Anak-anak tumbuh di tengah sistem yang setiap hari membentuk cara berpikir mereka melalui media, pendidikan, budaya populer, serta pergaulan.

Akibatnya, tidak sedikit remaja yang mengalami krisis identitas dan kehilangan arah hidup. Mereka mengenal banyak hal, tetapi tidak memahami tujuan hidupnya. Mereka memiliki ribuan teman di media sosial, tetapi tetap merasa kesepian. Mereka menikmati berbagai hiburan modern, tetapi masih merasakan kehampaan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa krisis mental generasi muda bukan hanya persoalan psikologis, tetapi juga berkaitan dengan cara pandang hidup yang berkembang di tengah masyarakat.

Selanjutnya –> Efek sekularisme

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • 14 Proyek Infrastruktur Tasikmalaya Jadi Temuan BPK, Dugaan Kelebihan Bayar Capai Rp2 Miliar

    14 Proyek Infrastruktur Tasikmalaya Jadi Temuan BPK, Dugaan Kelebihan Bayar Capai Rp2 Miliar

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 149
    • 0Komentar

    BPK menemukan dugaan kelebihan pembayaran sekitar Rp2,067 miliar pada 14 proyek infrastruktur di Kabupaten Tasikmalaya. Pemkab memastikan rekomendasi auditor ditindaklanjuti.

  • HUT Ke-32 AJI: Nany Afrida Jawab Tiga Stigma untuk Jurnalis, Londo Ireng hingga Kawanan Sirkus

    HUT Ke-32 AJI: Nany Afrida Jawab Tiga Stigma untuk Jurnalis, Londo Ireng hingga Kawanan Sirkus

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Nany Afrida menjawab tiga stigma terhadap jurnalis, dari Londo Ireng hingga kawanan sirkus, di HUT ke-32 AJI.

  • Demo di Tasikmalaya, Kinerja Pemerintah Kota Jadi Sorotan Publik

    Demo di Tasikmalaya, Kinerja Pemerintah Kota Jadi Sorotan Publik

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Aksi demo di Tasikmalaya kembali terjadi di depan Bale Kota Tasikmalaya, Senin (9/2/2026). Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam aliansi organisasi kemasyarakatan menggelar unjuk rasa sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Tasikmalaya yang dinilai belum menghadirkan perubahan signifikan bagi masyarakat. Massa aksi membawa spanduk berisi tuntutan serta menyuarakan kritik terhadap […]

  • Cikurubuk Jangan Dibiarkan Redup

    Cikurubuk Jangan Dibiarkan Redup

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Fajar baru saja merekah di ufuk timur ketika denyut kehidupan mulai terasa di Pasar Cikurubuk. Kesegaran udara pagi serta hawa dingin belum sepenuhnya sirna, namun langkah para pedagang sudah terdengar menapak di lorong-lorong sempit yang sejak puluhan tahun menjadi saksi perputaran ekonomi rakyat. Di sinilah wajah asli perdagangan tradisional Kota Tasikmalaya […]

  • Kontroversi MBG Sukabumi Berakhir? Dela Shifa Buka Fakta Baru Soal SPPG Lembursitu

    Kontroversi MBG Sukabumi Berakhir? Dela Shifa Buka Fakta Baru Soal SPPG Lembursitu

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA SUKABUMI – Nama Dela Shifa Fauziah sebelumnya menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai dugaan praktik korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Ia menyebut adanya dugaan manipulasi data pembelian bahan baku di SPPG Lembursitu Sukabumi, sebuah unit penyedia program MBG yang berada di Kota Sukabumi. Dalam sebuah podcast yang […]

  • Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

    Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Puluhan Korban Dievakuasi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Kecelakaan kereta api di Bekasi Timur libatkan KRL dan KA Argo Bromo, 38 korban luka dievakuasi.

expand_less