Terminal Bis Pindah ke Leuwipanjang, Bus dan Elf Masih Boleh Turunkan Penumpang di Cicaheum
- account_circle KangHasan
- calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
- visibility 131
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wartaloka, BERITA BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menegaskan bahwa bus antarkota dalam provinsi (AKDP), bus antarkota antarprovinsi (AKAP), serta angkutan mikrobus atau elf masih diperbolehkan menurunkan penumpang di kawasan Terminal Cicaheum meski layanan keberangkatan telah dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang.
Kebijakan ini diberlakukan seiring proses pemindahan layanan transportasi dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang yang berlangsung secara bertahap sejak 26 Mei 2026.
Berita Terkait:
Terminal Bis Pindah ke Leuwipanjang, PO Sebut Perjalanan Lebih Efisien
Meski demikian, seluruh operator bus dan elf tidak diperkenankan menaikkan penumpang di kawasan Terminal Cicaheum. Penumpang yang akan melakukan perjalanan diwajibkan berangkat melalui Terminal Leuwipanjang.
Bus dan Elf Dilarang Naikkan Penumpang di Cicaheum
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah bersama perusahaan otobus dan operator angkutan umum.
Menurutnya, armada yang melintasi kawasan Cicaheum hanya diperbolehkan menurunkan penumpang tanpa melakukan aktivitas menaikkan penumpang baru.
“Kalau kendaraan melintas lewat Cicaheum, hanya boleh menurunkan penumpang. Tidak boleh mengambil penumpang di sepanjang jalan tersebut. Penumpang keberangkatan sudah disiapkan di Terminal Leuwipanjang,” ujar Rasdian.
Ia menambahkan, aturan tersebut diterapkan untuk menghindari potensi konflik dengan layanan angkutan kota yang masih beroperasi di sekitar kawasan Terminal Cicaheum.
Terminal Bis Pindah ke Leuwipanjang, Area Penumpang Sudah Disiapkan
Rasdian memastikan pengaturan operasional selama masa transisi telah dipersiapkan agar tidak menimbulkan kepadatan armada maupun penumpang di Terminal Leuwipanjang.
Pihaknya mengaku telah menyiapkan area tunggu yang memadai sehingga proses kedatangan dan keberangkatan bus dapat berjalan lebih tertib dan nyaman.
Dengan sistem yang telah disusun, aktivitas naik dan turun penumpang di Terminal Leuwipanjang diharapkan berlangsung lebih teratur dibanding sebelumnya.
Terminal Cicaheum Akan Menjadi Depo BRT Bandung Raya
Pemindahan operasional bus dan elf ke Terminal Leuwipanjang dilakukan karena Terminal Cicaheum akan dialihfungsikan menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya.
Proyek tersebut merupakan bagian dari program pengembangan transportasi massal yang didukung Kementerian Perhubungan dan pendanaan dari Bank Dunia.
Menurut Rasdian, pembangunan depo BRT di kawasan Terminal Cicaheum saat ini telah dimulai meski sempat mengalami keterlambatan beberapa bulan dari jadwal awal.
Evaluasi Terus Dilakukan
Pemerintah Kota Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan terus melakukan evaluasi terhadap proses pemindahan layanan transportasi yang terdampak.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan perpindahan operasional bus dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang berjalan sesuai rencana.
Selain mengevaluasi proses relokasi layanan transportasi, pemerintah juga memantau perkembangan pembangunan depo BRT yang menjadi salah satu proyek strategis transportasi di kawasan Bandung Raya.
Dengan perpindahan tersebut, Terminal Leuwipanjang diharapkan semakin berperan sebagai pusat layanan transportasi darat yang terintegrasi dan mampu mendukung mobilitas masyarakat secara lebih efektif. (kh)
- Penulis: KangHasan
