Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Hardiknas: Dunia Pendidikan Makin Buram Dan Memprihatinkan

Hardiknas: Dunia Pendidikan Makin Buram Dan Memprihatinkan

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINISetiap 2 Mei, kita disuguhi pemandangan yang sama. Upacara khidmat, pidato bertenaga, seragam putih yang katanya lambang kesucian niat. Tapi mari jujur sejenak: apakah “suci” masih jadi kata yang tepat untuk potret pendidikan kita hari ini?

Ruang Pendidikan = Ruang Darurat Moral?

Di balik gegap gempita seremonial itu, ruang kelas pelan-pelan berubah jadi ruang darurat moral. Berita kekerasan dan pelecehan seksual oleh pelajar bukan lagi satu-dua kasus.

Joki UTBK dan plagiat bukan lagi aib, tapi “strategi”. Narkoba menyelinap ke bangku sekolah. Dan yang paling getir: guru yang mendidik dengan ketegasan justru lebih cepat masuk jeruji daripada murid yang melanggar aturan.

Kalau ini disebut “kenakalan remaja”, mungkin kita sedang terlalu baik hati memberi nama pada sebuah kegagalan sistemik.

Sistem pendidikan sekuler kapitalistik yang kita rawat hari ini memang pandai mencetak angka. Tapi ia gagal mencetak manusia. Yang lahir adalah generasi yang disuruh bermimpi tinggi, tapi tidak dibekali kompas moral untuk sampai ke sana.

Wajar jika jalan pintas jadi pilihan. Ketika agama hanya jadi pelajaran 2 jam seminggu, dan sanksi hukum lembek untuk anak di bawah umur, jangan heran jika ruang kebebasan berubah jadi ruang kebablasan.

Islam: Pendidikan adalah Proyek Peradaban

Islam memandang ini dengan cara berbeda. Pendidikan bukan pabrik ijazah. Ia adalah proyek peradaban. Tujuannya jelas: melahirkan insan yang cerdas otaknya, hidup hatinya. Solusinya hanya satu, yaitu penerapan Islam kaffah yang menjadikan aqidah Islam sebagai asas kurikulum.

Di dalamnya ada sanksi yang mendidik, bukan memanjakan. Ada negara yang aktif menciptakan suasana takwa, bukan pasif menonton degradasi. Ada sinergi keluarga, sekolah, dan masyarakat yang semua berjalan di atas rel syariat yang sama.

Ini bukan nostalgia kejayaan masa lalu. Ini tawaran masa depan. Maka, Hardiknas kali ini jangan lagi jadi panggung pembenaran. Anggap ia sebagai tamparan halus: sampai kapan kita memoles gedung yang pondasinya retak? Mau terus bertahan dengan sistem yang jelas-jelas sakit, atau mulai berani merujuk pada resep Islam kaffah yang pernah terbukti menyembuhkan peradaban.

Ahsri Zahra Nuraini – Pelajar

Parongpong KBB

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • tanggap darurat bencana kota tasikmalaya

    Kota Tasikmalaya Tetapkan Tanggap Darurat Bencana, BPBD Minta Warga Aktif Melapor

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 38
    • 0Komentar

    wartaloka.com, LIPUTAN. Pemerintah Kota Tasikmalaya menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana mulai Kamis (06/11/2025). Kebijakan ini diberlakukan selama lima hari untuk mempercepat penanganan bencana yang terjadi di sejumlah titik wilayah kota. Keputusan tersebut merupakan kelanjutan dari Status Siaga Bencana sebelumnya. Berdasarkan kondisi lapangan, diperlukan peningkatan mobilisasi personel, peralatan, serta koordinasi antarinstansi untuk menangani kejadian seperti pohon […]

  • langit italia merah - fenomena alam langka

    Fenomena Langka! Langit Italia Terlihat Merah

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Admin Wartaloka
    • visibility 39
    • 0Komentar

    wartaloka.com, BERITA. Sebuah pemandangan langka sekaligus memukau terjadi di Eropa pada Selasa (12/11/2025). Langit Italia terlihat merah ketika aurora borealis berwarna menyala melintas di atas kawasan Pegunungan Alpen, termasuk di sekitar Gunung Matterhorn, Lembah Aosta. Fenomena ini mencuri perhatian warga hingga viral di berbagai platform media sosial, karena warna aurora yang muncul jauh berbeda dari […]

  • 3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

    3 Pekan Tanpa Jawaban, Pedagang Pasar Cikurubuk Bersiap Gelar Aksi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kekecewaan para Pedagang di Pasar Cikurubuk terhadap pemerintah daerah disebut semakin meningkat. Setelah hampir tiga pekan sejak surat resmi disampaikan kepada Wali Kota Tasikmalaya, para pedagang mengaku belum menerima tanggapan dari pemerintah kota. Situasi tersebut mendorong para pedagang bersama sejumlah elemen masyarakat menyiapkan langkah lanjutan berupa aksi massa yang direncanakan berlangsung […]

  • Musibah Tambang Bogor: Enam korban Jiwa, DPRD Jabar Desak PT Antam Bertindak

    Musibah Tambang Bogor: Enam korban Jiwa, DPRD Jabar Desak PT Antam Bertindak

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang Bogor kembali mengguncang warga Kabupaten Bogor. Enam orang warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, diduga meninggal dunia setelah terpapar asap misterius di salah satu lubang bekas tambang emas milik PT Antam Pongkor. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus memunculkan pertanyaan serius soal pengawasan lubang tambang yang […]

  • KH Miftah Fauzi: Pasar Cikurubuk Menunggu Negara Hadir

    KH Miftah Fauzi: Pasar Cikurubuk Menunggu Negara Hadir

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – KH Miftah Fauzi kembali menyuarakan kegelisahan ribuan pedagang Pasar Cikurubuk Tasikmalaya yang hingga kini masih menunggu sikap konkret pemerintah daerah. Menurutnya, persoalan pasar tradisional bukan hanya menyangkut ekonomi, tetapi menyentuh langsung kehidupan ribuan keluarga yang menggantungkan hidup dari aktivitas pasar. Saat ditemui di kediamannya, Kamis (29/1/2026), KH Miftah Fauzi menyampaikan bahwa […]

  • Bukan Satu Anak: Fakta Baru Fenomena Pengemis di Tasikmalaya

    Bukan Satu Anak: Fakta Baru Fenomena Pengemis di Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kisah Ns, siswi SD yang berprestasi di sekolah namun mengemis pada malam hari di pusat Kota Tasikmalaya, terus bergulir. Setelah viral dan menyita perhatian publik, fakta-fakta baru terungkap melalui kunjungan langsung aparat kecamatan dan unsur terkait ke rumahnya, ternyata ditemukan beberapa fenomena baru yang menjadi permasalahan mengenai kemiskinan di Kota Tasikmalaya […]

expand_less