Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Kian Terhimpit

Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tempe Kian Terhimpit

  • account_circle KangHasan
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wartaloka, OPINI – Kenaikan harga kedelai impor kembali menjadi pukulan berat bagi para perajin tempe di berbagai daerah. Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, biaya produksi terus meningkat sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini membuat banyak pelaku usaha kecil harus memutar otak agar tetap bertahan tanpa kehilangan pelanggan.

Salah satu pedagang di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, mengungkapkan bahwa para pengrajin tempe kini memilih mengurangi ukuran produk dibandingkan menaikkan harga secara signifikan. Langkah tersebut dilakukan agar tempe dan tahu tetap terjangkau bagi masyarakat.

“Kalau harga kedelai naik, biasanya ukuran tempe dikurangi. Harga masih bisa dipertahankan supaya pembeli tidak keberatan,” ujarnya saat ditemui Kumparan, Sabtu (23/5/2026).

Fenomena ini menunjukkan bagaimana kenaikan harga kedelai impor berdampak langsung pada masyarakat. Tempe yang selama ini dikenal sebagai makanan rakyat dan sumber protein murah kini ikut terdampak gejolak ekonomi global.

Harga Kedelai Impor Naik, Harga Tempe Terancam Melambung

Tempe dan tahu merupakan sumber protein nabati yang menjadi pilihan utama banyak keluarga Indonesia. Selain mudah diperoleh, harganya selama ini relatif lebih terjangkau dibandingkan sumber protein hewani seperti daging, ayam, maupun ikan.

Namun ketika harga kedelai impor naik, biaya produksi otomatis meningkat. Akibatnya, para perajin menghadapi dilema besar. Jika harga dinaikkan, mereka khawatir kehilangan pelanggan. Sebaliknya, jika harga dipertahankan, keuntungan mereka semakin menipis.

Dalam beberapa waktu terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bahkan sempat menyentuh kisaran Rp17.700 per dolar. Kondisi tersebut membuat harga bahan baku impor semakin mahal dan memberikan tekanan besar terhadap industri tahu-tempe nasional.

Selain harga kedelai yang meningkat, para pengrajin juga harus menghadapi kenaikan biaya kemasan dan berbagai kebutuhan produksi lainnya. Banyak pelaku usaha akhirnya mengurangi jumlah produksi, memperkecil ukuran tempe, atau menekan margin keuntungan agar usaha tetap berjalan.

Ketergantungan Impor dan Rapuhnya Ketahanan Pangan Indonesia

Persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan naik turunnya harga bahan baku. Di baliknya terdapat persoalan yang lebih besar, yaitu ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor.

Selama bertahun-tahun, sebagian besar kebutuhan kedelai nasional dipenuhi dari luar negeri, terutama Amerika Serikat. Akibatnya, ketika nilai tukar rupiah melemah atau terjadi gangguan pasokan global, industri tahu dan tempe nasional langsung merasakan dampaknya.

Padahal pada masa lalu Indonesia pernah memiliki produksi kedelai lokal yang cukup signifikan. Namun derasnya arus impor membuat daya saing petani kedelai lokal semakin melemah. Banyak lahan pertanian beralih fungsi dan ketergantungan terhadap impor terus meningkat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Ketika pasokan bahan baku strategis bergantung pada negara lain, masyarakat menjadi rentan terhadap gejolak ekonomi internasional.

Sistem Kapitalisme dan Dampaknya terhadap Pangan Rakyat

Menurut pandangan penulis, kondisi yang terjadi saat ini merupakan konsekuensi dari sistem ekonomi kapitalisme yang menempatkan keuntungan sebagai orientasi utama.

Dalam sistem tersebut, efisiensi dan keuntungan ekonomi sering kali menjadi prioritas, sementara perlindungan terhadap produsen kecil dan ketahanan pangan jangka panjang kurang mendapatkan perhatian yang memadai.

Akibatnya, ketika terjadi gejolak nilai tukar atau kenaikan harga komoditas global, kelompok masyarakat kecil menjadi pihak yang pertama merasakan dampaknya. Para perajin tempe harus menanggung kenaikan biaya produksi, sementara konsumen menghadapi kenaikan harga pangan.

Selanjutnya –> Solusi menurut Islam

  • Penulis: KangHasan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ranking 2, Tapi Mengemis di Malam Hari?

    Ranking 2, Tapi Mengemis di Malam Hari?

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Malam di pusat Kota Tasikmalaya tak pernah benar-benar sepi. Lampu rumah makan menyala terang, bahkan sebuah Masjid yang berdiri megah disana masih belum surut kegiatannya setelah Sholat Tarawih malam itu. Namun di antara gemerlap dan riuh rendah kesibukan itu, berdiri seorang anak perempuan berhijab. Namanya Nisa. Siang hari ia duduk di […]

  • Jokowi keliling Indonesia-wartaloka

    Jokowi Siap Keliling Indonesia, Lampung, NTT dan Jawa Barat Masuk Agenda Awal

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Jokowi siap keliling Indonesia dalam waktu dekat. Lampung, NTT, dan Jawa Barat menjadi daerah pertama yang akan dikunjungi.

  • Film “Pesta Babi”, Kritik yang Dibungkam dalam Demokrasi Kapitalisme

    Film “Pesta Babi”, Kritik yang Dibungkam dalam Demokrasi Kapitalisme

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Film Pesta Babi memicu polemik usai sejumlah nobar dibubarkan. Kritik terhadap demokrasi kapitalisme, konflik lahan, dan kebebasan berpendapat.

  • Bukan Satu Anak: Fakta Baru Fenomena Pengemis di Tasikmalaya

    Bukan Satu Anak: Fakta Baru Fenomena Pengemis di Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA TASIKMALAYA – Kisah Ns, siswi SD yang berprestasi di sekolah namun mengemis pada malam hari di pusat Kota Tasikmalaya, terus bergulir. Setelah viral dan menyita perhatian publik, fakta-fakta baru terungkap melalui kunjungan langsung aparat kecamatan dan unsur terkait ke rumahnya, ternyata ditemukan beberapa fenomena baru yang menjadi permasalahan mengenai kemiskinan di Kota Tasikmalaya […]

  • Mogok Kerja Petugas Perparah Kondisi Krisis Sampah Tasikmalaya

    Mogok Kerja Petugas Perparah Kondisi Krisis Sampah Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Krisis sampah Tasikmalaya 2026 memuncak usai 120 petugas mogok kerja akibat gaji telat, picu penumpukan sampah.

  • Asap Pekat dan Gas Beracun, Musibah Tambang Bogor Bikin Evakuasi Tertahan

    Asap Pekat dan Gas Beracun, Musibah Tambang Bogor Bikin Evakuasi Tertahan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle KangHasan
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Wartaloka, BERITA BOGOR – Musibah tambang kembali mengguncang Kabupaten Bogor. Kecelakaan dilaporkan terjadi di area tambang PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor, tepatnya di wilayah IUP Blok Cepu, Kecamatan Nanggung, Rabu (14/1/2026) pagi. Insiden ini langsung menyita perhatian publik setelah kabar asap pekat dari dalam lubang tambang menyebar luas di media sosial dan grup relawan. Lokasi […]

expand_less